batampos.co.id – Pemadaman listrik secara tiba-tiba mulai meresahkan warga. Pemadaman mendadak tersebut terjadi dua kali dalam sehari, Selasa (19/9) kemarin.

Sementara PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun menyebutkan, pemadaman listrik diakibatkan gangguan alam di jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dekat trafo PLTD. Selain itu ada komponen material (joint sleep) yang terbakar di jaringan PLN depan pelabuhan Leho Teluk Uma, yang berdampak terjadi trip dan menyebabkan pemadaman sementara.

“Saya mohon maaf atas pemadaman kemarin, selain faktor alam yang dikarenakan ada hewan yang melintasi di jaringan listrik PLN. Seperti burung jalak, monyet dan ular,” jelas Manager PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun, Fauzar Zain.

Pemadaman beberapa jam secara bergiliran dilakukan untuk perbaikan maupun membuang hewan yang menempel di kabel jaringan PLN. Kemudian dilakukan perbaikan pemasangan Ground Sirkuit Wire (GSW) atau penangkal petir di sepanjang Jaringan SUTM yang berpotensi terjadinya petir.

“Kalau daya listrik kita cukup, mencapai 49,8 Megawatt. Dikarenakan beberapa pekan ini terjadi perubahan cuaca disertai petir, terjadi gangguan di beberapa jaringan dan diusahakan perbaikannya,” ungkapnya.

Masih kata Fauzar, pihaknya berusaha untuk melakukan perbaikan semaksimal mungkin untuk memperkecil terjadinya gangguan di jaringan listrik mulai dari PLTD hingga ke jaringan konsumen. Selain pemasangan GSW juga dilakukan pemasangan pin cover guide atau penutup pin isolator.

“Kami terus melakukan perbaikan-perbaikan terhadap jaring PLN,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas masyarakat di pagi hari terganggu akibat terjadinya pemadaman oleh PLN. Dan banyak masyarakat yang menanyakan kepada awak redaksi Batam Pos, kenapa sering terjadi pemadaman oleh pihak PLN.

“Kalau bayar telat sehari kita didenda dan dicabut KWH meternya. Ini sangat-sangat tidak fairlah PLN, masak harus demo lagi masyarakat,” keluh Kahar salah seorang warga Karimun. (tri)

Advertisement
loading...