ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus berupaya agar target pendapatan asli daerah (PAD) Rp 6 miliar dari retribusi parkir 2017 tercapai. Caranya dengan menemukan sumber-sumber kawasan mandiri dan umum baru.

Kepala Dishub Kota Batam, Yusfa Hendri mengakui saat ini retribusi parkir masih setengah dari target yakni hanya Rp 3 miliar. Akan tetapi nilai retribusi itu lebih tinggi dari pendapatan parkir tahun 2016 lalu yang hanya Rp 2,8 miliar.

“Sampai awal September sudah Rp 3 miliar. Progres ini lebih tinggi dari pendapatan tahun lalu. Karena itu, hingga Desember nanti kita optimis bisa tercapai,” kata Yusfa Rabu (20/9).

Dishub telah melakukan survei bersama instansi lainnya untuk mencari tahu cara pencapai PAD retribusi parkir sesuai target. Hasilnya adalah dengan cara mengalakan parkir-parkir di kawasan mandiri.

“Selain lebih memaksimalkan parkir di tempat-tempat umum, kita juga mengalakan parkir secara mandiri,” terang Yusfa.

Parkir kawasan mandiri adalah komplek atau kawasan yang membebaskan parkir pengendara. Dimana, pengelola atau pemilik kawasan langsung membayar retribusi parkir ke Dishub. Seperti untuk daerah Plaza Botania, Top 100 Pinuin dan banyak lainnya.

“Kita maksimalkan dengan sumber dan potensi parkir yang baru. Seperti di jalan umum dan kawasan mandiri baru,” imbuh Yusfa.

Dijelaskan Yusfa, jika sumber baru dari kawasan mandiri dan umum berjalan lancar, maka ia yakin target PAD Rp 6 miliar dari retribusi parkir tercapai. Dimana ia memperhitungkan jumlah PAD yang bisa didapat setiap bulannya dari potensi baru itu Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

“Ini masih ada 4 bulan lagi (September, Oktober, November, Desember). Kalau dirata-ratakan saja Rp 400 juta perbulan. Maka PAD hingga akhir tahun itu sudah hampir 6 miliar atau Rp 5,5 miliar,” jelas Yusfa. (she)

 

 

Respon Anda?

komentar