Batu miring pemecah ombak di pantai kampung Busung Ujung,
Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam, rubuh setelah dihantam angin,
Rabu (20/9) malam. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Batu miring pemecah ombak di Kampung Busung Ujung, Desa
Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam rubuh setelah dihantam badai dan angin kencang, Rabu (20/9) malam. Akibatnya, abrasi semakin mengancam rumah penduduk karena garis pantai telah berkurang hingga 5 meter sejak 6 tahun terakhir.

Warga Kampung Busung ujung, Anto yang ditemui Batam Pos di lokasi rubuhnya batu miring pemecah ombak, menuturkan, abrasi semakin mengancam rumah penduduk karena batu miring pemecah ombak yang dibangun sekitar 10 tahun lalu tidak ada perawatan.

Terlebih, sejak 6 tahun belakangan, kondisi batu miring semakin parah.
“Malam itu, air laut naik ke darat karena gelombang tinggi. Dari rumah
saya ini, sekitar 100 meter ke sana yang rusak,” katanya.

Kades Busung Rusli mengatakan, batu miring itu sudah lama rusak, sebelum dirinya menjabat. Sebenarnya, pemerintah desa telah mengusulkan pembangunan batu miring pemecah ombak saat pembahasan musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan. Hanya, usulan masyarakat tersebut belum menjadi prioritas.

“Maunya ada anggaran pemeliharaan untuk batu miring di sepanjang pantai Busung,” harapnya. (cr21)

Advertisement
loading...