Dokter Didi memberikan sambutan saat pelantikan PLT Direktur RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Senin (28/8/2017). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – DPRD kota Batam meminta Pemko Batam selektif dan ketat dalam memilih Direktur RSUD Embung Fatimah yang baru. Apalagi menurutnya, sesuai PP 18/2016, tahun 2018 nanti RSUD harus berbentuk unit pelaksana teknis (UPT), sehingga pemilihan direkturnya bisa ditunjuk langsung.

“Karena ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat. Makanya kami mendorong betul-betul yang mampu dan ahli dibidangnya,” kata anggota Komisi I DPRD kota Batam, Sukaryo, Kamis (21/9).

Menurutnya, pasca pengunduran diri Gunawan sebagai Direktur RSUD Embung Fatimah, memang sudah seharusnya diambil alih oleh Pelaksana Tugas (Plt). Namun hal tersebut hanya bersifat sementara, karena posisi direktur RUSD memang sangat dibutuhkan, dan tidak bisa diragkap oleh satu orang.

“Idealnya memang harus segera dilakukan seleksi, karena ini menyangkut pelayanan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, Jefridin mengaku jika Pemko Batam menunda penggantian definitif Direktur RSUD Embung Fatimah, hingga akhir tahun. Posisi Direktur dipegang Plt, Didi Koesmarjadi.

Menurutnya, apabila RSUD menjadi UPT maka pimpinannya hanya tinggal ditunjuk langsung. Tidak seperti Direktur RSUD yang harus melalui proses seleksi terbuka.

“Plt bisa tunjuk. Kalau Direktur, harus seleksi seperti kepala dinas lainnya,” kata Jefridin.

Ia beralasan, jika seleksi terbuka dilakukan sekarang. Maka masa kerjanya akan terlalu singkat. “Karena dirasa kurang efektif, makanya kita pilih plt hingga akhir tahun,” terangnya.

Ia mengaku, sejauh ini tidak ada masalah dengan penunjukan Plt tersebut. Karena Didi bisa menjalankannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Plt RSUD, secara bersamaan. “Sejauh ini normal, tidak ada permasalahan, karena jabatan Plt sejalan dengan Dinkes,” tegas dia. (rng)

Respon Anda?

komentar