Iklan

batampos.co.id – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bintan, Fiven Sumanti, mengaku sangat menyayangkan atas perlakuan yang diberikan RSUD Bintan, yang sudah menolak untuk merawat Rohaini, 43, hingga mengakibatkan nyawanya tak bisa tertolong, dan meninggal dunia.

Iklan

“Kita sangat menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi. Apapun alasannya pihak RSUD tidak boleh memperlakukan pasien seperti itu. Kalau Kartu BPJS-nya tidak berlaku, kan almarhum ini merupakan warga Bintan, yang juga dijamin berobat gratis di RSUD, sesuai dengan program Bintan sehat,” jelas Fiven, Kamis (21/9).

Menurutnya, dengan terjadinya hal ini, tentunya perlu harus dilakukan pembenahan secara menyeluruh. Terkhususnya pembenahan terhadap proses perekrutan tenaga medis yang ada di RSUD Bintan.

“Yang kini harus menjadi perhatian kita adalah proses perekrutan tenaga medis disana (RSUD, red). Dimana harus benar-benar selektif dan yang harus ditempatkan disana adalah tenaga-tenaga profesional dan punya hati nurani,” tegasnya.

Fiven juga menilai pelayanan yang diberikan RSUD Bintan, saat ini masih belum maksimal diberikan. Pasalnya sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait hal tersebut.

“Pelayanan paling buruk ya diĀ Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan ini yang selalu menjadi keluhan masyarakat. Dimana RSUD, kalau namanya IGD itu wajib dilayani dan ditangani dengan baik dan cepat. Sedangkan di unit pelayanan yang lain sudah standard dan baik,” terangnya.

Untuk itu, kata Fiven, Komisi III akan segera turun langsung ke RSUD Bintan, untuk melakukan pembenahan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi kedepannya.

InsyaAllah, Jumat (22/9), habis paripurna kita turun ke RSUD. Banyak yang harus kita benahi di sana dan sudah banyak keluhan masyarakat. Ini akan menjadi perhatian kita bersama. Mudah-mudahan ke depannya ini terjadi lagi,” imbuhnya. (cr20)