Pulau Subang Mas

batampos.co.id – Pemko Batam ikut menanggapi rencana investor Tiongkok mengembangkan sektor agrobisnis di Batam. Bahkan Pemko sudah menyiapkan dua pulau bagi investor asal Negeri Tirai Bambu itu dengan sistem pinjam pakai.

“Asalkan mereka memenuhi regulasi yang tengah kami siapkan,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Kamis (21/9).

Kedua pulau tersebut masing-masing Pulau Kenon dan Pulau Subang Mas. Menurut Amsakar, kedua pulau itu memang sejak awal disiapkan untuk pengembangan sektor agrobisnis oleh Pemko Batam. Saat ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam tengah melakukan penataan di kedua pulau itu.

Menurut Amsakar, pihak calon investor asal Tiongkok dari Beijing China CCPIT Sub-Council of Chemical Industry pernah bertemu dengan DKPP Batam. Mereka menawarkan teknologi tinggi dalam pengembangan sektor agrobisnis. Dalam pemaparannya, calon investor tersebut menjanjikan akan mampu memenuhi kebutuhan sayuran di Batam yang selama ini sebagian besar masih bergantung dari daerah lain.

“Bahkan mereka berjanji bisa ekspor,” katanya.

Dari hasil pertemuan dengan DKPP beberapa waktu lalu, kedua belah pihak masih membicarakan seputar regulasi dan perizinan. Menurut Amsakar, pihaknya akan serius menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut.

Sementara Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, mengatakan saat ini pihaknya masih mencoba mempelajari tawaran investor Tiongkok tersebut. Sebab sampai saat ini belum ada anggaran dari Pemko Batam dalam rencana pengembangan agrowisata atau agrobisnis Pulau Kenon dan Subang Mas. Sehingga pihaknya harus mencari donatur.

“Saya belum bisa bicara jauh,” sebutnya.

Dia mengakui, selama ini sebagian besar sayuran yang dikonsumsi masyarakat Batam disuplai dari daerah lain. Bahkan dari luar negeri. Untuk itu perlu pengembangan sektor pertanian agar Batam bisa memenuhi kebutuhan sendiri.

Sebenarnya, kata dia, pengembangan sektor pertanian di Batam saat ini sudah cukup bagus. Jumlah petani sudah banyak dan sayuran yang dihasilkan juga beragam. Namun untuk jenis cabai dan bawang merah, jumlah produksinya masih minim.

“Kita inginnya ke depan tidak bergantung dari daerah lain lagi,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga mendapat tawaran kerja sama serupa dari Tiongkok. Bahkan BP Batam sudah menyiapkan lahan di Seitemiang jika rencana kerja sama pengembangan sektor agrobisnis ini terealisasi. (cr17)

Respon Anda?

komentar