Lis Darmansyah. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang tak bisa hanya berdiam diri dan menutup mata menghadapi defisit keuangan yang diperkirakan terjadi pada anggaran pendapatan dan belanja tahun depan. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengakui hal tersebut. Sebab itu, sejauh ini ia semakin giat mengajukan dana alokasi khusus ke pemerintah pusat.

Iklan

Hasilnya tidak sia-sia. “Alhamdulillah ada beberapa program yang sudah disetujui. Misalnya, penataan rumah kumuh, kami mendapat bantuan sebesar Rp 32 miliar,” sebut Lis, kemarin.

Dalam melanjutkan program pembangunan, diakui Lis, tidak dapat mengandalkan kekuatan APBD semata. Selama lebih dari empat tahun ini, ia membuktikan sendiri bahwasanya ada banyak alokasi dana di pusat yang bisa dibawa ke daerah. Namun agar berhasil, sambung dia, perlu strategi penyusunan program yang inovatif dan sejalan dengan program pembangunan yang digalakkan pemerintah pusat.

“Makanya saya selalu minta kepala OPD harus mampu menyusun program kerja yang inovatif, biar dapat dana pengerjaannya dari pusat. Kalau cuma mengandalkan APBD saja, matilah kita,” ucap Lis.

Sementara agar keuangan daerah tetap stabil, Lis akan melakukan rasionalisasi seluruh anggaran OPD di kisaran 20-25 persen. Program-program yang tidak relevan dan masih bisa dikerjakan tahun depan, kata Lis, sebaiknya ditunda. Namun, program-program prioritas di bidang pendidikan dan kesehatan harus tetap diutamakan.

“Kalau inovatif dalam menyusun program pasti bisa dapat bantuan dari pusat. Itu yang saya tekankan kepada seluruh OPD,” pungkas Lis. (aya)