Terdakwa kasus Pungli sewa kios Bintan Centre Asep Nana Suryana usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (20/9) malam. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dua terdakwa kasus pungutan liar (pungli) sewa lapak dan kios pasar Bintan Centre, di tuntut 15 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (20/9) malam.

Iklan

Jalannya sidang tersebut dilakukan secara terpisah. Kedua terdakwa yakni Asep Nana Surya yang merupakan Direktur Utama (Dirut) BUMD PT TMB dan Slamet selaku Koordinator Pasar Bintan Centre, secara bergantian mendengarkan tuntutan JPU Gustian Juanda Putra dalam ruang sidang yang sama dipimpin ketua majelis Hakim Marolop Simamora didampingi Jhoni Gultom dan Purwaningsih.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 11 undang-undang (UU) RI nomor 31 tahun 1999 yang telah di ubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor jo pasal 5d ayat 1 ke 1 KUHP.

“Kedua terdakwa terbukti bersalah, turut serta melakukan atau menerima aliran dana pungli,” ujar JPU.

Untuk itu, kata JPU, pihaknya meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut agar menjatuhi hukuman kepada kedua terdakwa masing-masing satu tahun dan tiga bulan penjara.

“Selain itu kedua terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara,” kata JPU.

Atas tuntutan yang dibacakan JPU. Kedua terdakwa yang didampingi masing-masing Penasehat Hukumnya (PH), Jimi Fajri dan Wirman, menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis dan meminta waktu kepada majelis hakim untuk menyusun pledoinya.

Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan JPU dan tanggapan PH terdakwa. Majelis hakim pun menunda persidangan tujuh hari kedepan dengan agenda pembacaan pledoi terdakwa.

Sekedar mengingatkan, terungkapnya dugaan pungli sewa kios dan lapak Pasar Bintan Centre. Berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang terhadap Slamet, oknum pegawai BUMD PT TMB, Jumat (17/2) lalu.

Slamet melakukan pungli terkait harga sewa kios dan lapak dengan memberikan harga sewa yang tidak sesuai dengan aturan perusahaan plat merah tersebut. Ia diamankan saat sedang bertransaksi bersama salah seorang pedagang yang hendak menyewa salah satu kios, di pujasera Pasar Bintan Centre.

Sedangkan Asep, duduk dikursi pesakitan. Berawal dari pengembangan yang dilakukan tim Saber Pungli Polda Kepri dan berdasarkan keterangan Slamet bahwa Dirut BUMD tersebut turut menerima aliran dana pungli.(ias)