Haripinto Tanuwidjaja. F:ist

batampos.co.id – Provinsi Kepri akan mendapatkan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018. Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Haripinto Tanuwidjaya mengatakan keputusan final berapa pertambahan DAU tersebut akan diketahui bulan Oktobern nanti. Yakni setelah rampungnya pembahasan APBN 2018.

“Memang selama ini, ada ketimpangan dalam perhitungan pembagian DAU, antar daerah kepulauan dengan daratan,” ujar Haripinto menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (22/9) di Tanjungpinang.
Mantan Legislator DPRD Kepri tersebut menjelaskan, persetujuan yang didapat saat pembahasan dengan komite IV DPD adalah sebesar 10 persen. Menurut Haripinto, dengan adanya penambahan tersebut memberikan spirit bagi percepatan pembangunan di daerah. Apalagi Kepri merupakan daerah dengan luas lautnya adalah 96 persen.
“Kami terus berupaya untuk memberikan yang terbaik. Karena pembangunan daerah kepulauan membutuhkan biaya yang mahal,” papar Haripinto.
Disebutkannya, DPD belum lama ini sudah menyetujui Rancangan Undang-Undang Kepulauan. Pihaknya berharap, rancangan tersebut cepat direspon. Karena adanya banyak kemudahan yang diberikan kepada daerah kepulauan. Salah satunya adalah pengelolaan ruang laut.
“Sudah seharusnya daerah kepulauan mendapatkan intensif khusus. Berupa pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengaku belum mendapatkan perkembangan terkait adanya wacana penambahan DAU bagi daerah kepulauan, khususnya Kepri. Menurutnya, pembagian DAU tergantung pada penerimaan negara. Ditambahkannya, Untuk TA 2017 nilai DAU total Kepri adalah sebesar Rp4,12 triliun.
“Naik atau turunya alokasi DAU tergantung pada kondisi penerimaan negara. Apakah ada kebijakan baru untuk anggaran 2018, kami belum mendapatkan penjelasan lagi,” ujar Heru, kemarin. (jpg)