Pilwako Pinang

batampos.co.id – Persyaratan minimal 20 persen kursi dari total di DPRD yang harus dipenuhi bagi partai politik yang hendak mengusung kandidat calon pasangan kepala daerah, menjadikan situasi pilkada Tanjungpinang tahun depan, sejatinya bisa terbagi menjadi lima poros.

Namun mengacu fakta yang ada, baru ada dua poros yang menyatakan siap berlaga pada pilkada yang akan dilaksanakan Juni 2018 mendatang itu. Pertama, poros PDI Perjuangan dengan 7 kursi yang bisa mengajukan calon kepala daerah tanpa harus berkoalisi. Kedua, koalisi #anakpinang yang berisikan Partai Demokrat, PKPI, Golkar, dan PPP dengan total 11 kursi.

Sementara koalisi antara PKS dan Gerindra dengan total enam kursi, sebenarnya bisa turut mengajukan pasangan kepala daerah. Tapi hingga kini, masih belum ada pernyataan sikap resmi koalisi ini.

“Kami dari awal dengan PKS, sampai sekarang belum ada perubahan. Tapi tidak tertutup kemungkinan (bergabung) dengan partai lain,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Tanjungpinang, Letkol (Purn) Endang Abdullah, Jumat (22/9).

Sejauh ini, sambung Endang, partainya juga terus membangun komunikasi partai politik lain dari pelbagai poros koalisi. Segala kemungkinan, kata dia, masih mungkin terjadi. “Dengan semua partai, sampai hari ini masih seperti biasa komunikasi politiknya,” ujarnya.

Soal kandidat atau kader yang akan diusung pun, Endang belum bisa berbicara banyak. Pasalnya, masih perlu melalui mekanisme rapat koordinasi yang akan digelar 30 September mendatang. Melalui rapat itu akan dibicarakan mengenai langkah-langkah strategis yang akan ditempuh Gerindra menyongsong Pilkada Tanjungpinang 2018.

“Termasuk di dalamnya bicara tentang kandidat itu,” ungkapnya.

Di tempat lain, Iskandarsyah, politisi dari PKS yang digadang-gadang akan meramaikan palagan Pilkada Tanjungpinang 2018, menyatakan tidak kemungkinan koalisi dua partai politik ini lebih besar atau malah menyatakan dukungan ke poros lain. Karena pada dasarnya, sambung Iskandarsyah, kesepakatan membangun koalisi PKS-Gerindra ini adalah langkah untuk mengunci bahwasanya koalisi ini layak mengajukan kandidat sendiri.

“Yang penting koalisi Gerindra-PKS ini sudah memenuhi persyaratan. Soal langkah strategis ya nanti perlu dibicarakan sesama partai koalisi,” kata Iskandarsyah, kemarin.

Iskandarsyah menambahkan, sampai hari ini, PKS juga terus membangun komunikasi politik dengan parpol lain mengenai kemungkinan bergabungnya parpol lain dalam koalisi PKS-Gerindra.

“Pokoknya selama calon belum mendaftar ke KPU, kami masih membuka komunikasi dengan parpol lain. Lobi-lobi politik pasti terjadi. Kami berharap Oktober ini sudah selesai semuanya,” pungkas Iskandarsyah. (aya)

Advertisement
loading...