Sejumlah Guru dan siswa SMPN 28 Batam membersihkan ruang kantor sekolah yang teredam banjir, Jumat (18/8).Akibat kejadian tersebut siswa tidak belajar dan harus membersihkan peralatan dan ruang kelas. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tahun ini tak ada satupun anggaran dari pemerintah atas solusi permasalahan banjir di SMPN 28. Padahal memasuki Oktober, sesuai dengan kalender akademik. Seluruh siswa akan menjalani Ujian Tengah Semseter.

Iklan

Tapi ada perasaan was-was, yang dirasakan oleh para siswa SMPN 28. Salah seorang siswa yang ditemui yakni Arif menuturkan, saat ujian nanti hujan deras dalam beberapa jam. Akan membuat sekolahnya banjir, dan tentunya akan menganggu fokus teman-temannya yang sedang ujian. “Inginnya, supaya saat itu jangan banjir saja om,” katanya.

Hal yang senada diucapkan Saif, siswa kelas IX itu menuturkan saat hujan beberapa waktu lalu saja. Air memasuki kelasnya, teman-temanya sudah pada heboh dan konsentrasi mereka pecah. “Padahal lagi ulangan om. Gak tau lah nanti saat Ujian Tengah Semester,” ujarnya.

Saif merasa dirinya cukup gemang juga, apabila saat ujian air memasuki kelas. Pastinya akan mempengaruhi proses ujian. “Akhirnya, nilai saya jadi jelek om. Sudah tak memikirkan ujian lagi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sekolahnya. Sehingga saat ujian nanti, ia dan teman-temannya dapat ujian dengan tenang.

“Jangan banjir aja,” ucapnya.

Siswa kelas IX C Rinaldi, mengungkapkan sudah terbiasa dengan kondisi sekolahnya seperti ini. Setiap banjir datang, ia mengatakan dirinya dan teman-teman berhenti belajar. Karena harus mengangkat kursi, tas, mencopot sepatu dan menyingsingkan celana. “Banjirnya udah sering. Kami anak kelas 9, sudah terbiasa. Tapi anak-anak baru, mereka kaget juga. Sekolah jadi kayak kolam,hehe,” ujarnya sembari tertawa.

Ketigas siswa ini memiliki satu harapan yang sama yakni jangan lagi banjir melanda sekolah mereka. Mereka juga berharap perhatian pemerintah, agar mencarikan solusi atas semua ini.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 28 Boedi Kristijoerini menuturkan pihaknya tak bisa berbuat banyak. Dirinya hanya bisa menunggu keputusan dari pihak yang berwenang. “Kalau saya ini, kalau ujian harus tetap lanjut,” ungkapnya.

Dari data Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam membeberkan Oktober, merupakan awal dari siklus puncak hujan di Batam. Disebutkan puncak musim hujan di Batam, dimulai dari November, Desember dan Januari. Saat siklus dua kali setahun itu, intensitas hujan di Batam semakin sering dan lebih deras dibandingkan bulan-bulan lainnya. (ska)