Warga Busung mengupas daging kepiting menjadi 7 macam sebelum dikirim ke pabrik pengalengan di Cirebon. Pengalengan daging kepiting telah menembus pasar Amerika. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Olahan kepiting di Kampung Busung ujung, Desa Busung
Kecamatan Seri Kuala Lobam telah menembus pasar Amerika. Sebelum
diekspor, dua hari sekali, olahan daging kepiting yang dilakukan
masyarakat Busung itu dikirim ke pabriknya di Cirebon.

Seorang pengawas dari perusahaan yang mengekspor daging kepiting Anto
saat ditemui di Desa Busung mengatakan kepiting dikumpulkan dari nelayan. Kepiting
dibeli Rp 40 ribu sekilo. Setelah itu, daging kepiting diolah menjadi
7 macam yakni jumbo, blackfil, flower, superlam, special, legnit dan
klomit.

“Pekerjanya warga di sini. Mereka yang memisahkan daging
kepiting,” sebutnya.

Olahan daging kepiting kemudian dikirim ke pabrik pengalengan di
Cirebon melalui bandara di Tanjungpinang. Dua hari sekali, pihaknya
mengirim 8 hingga 9 koli. Di mana, 1 koli sama dengan 35 kilo. “Di
Cirebon, dikalengkan. Baru diekspor ke Amerika. Biasanya, di Amerika
dijadikan daging bakso ketam,” sebutnya.

Hanya, kendala di lapangan, baru-baru ini, petugas dari dinas
perikanan melarang mereka mengelola kepiting yang masih kecil.

“Kami tidak keberatan, asalkan ada petugas dari dinas yang standbay di semua
industri pengupasan olahan daging kepiting, agar adil. Kalau kami saja
yang dilarang, sedangkan yang lain tidak diawasi, sama saja,” katanya.
(cr21)

Respon Anda?

komentar