Rudy Chua. F:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua menyebutkan gaji dan tunjangan seorang staf khusus Gubernur Kepri adalah sekitar Rp 12 juta perorang. Adapun anggaran tersebut dititipkan di Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Provinsi Kepri untuk tahun 2017 ini.

“Besaran gaji dan tunjangan staf khusus semuanya sama. Sekarang sistemnya dititipkan di biro,” ujar Rudy Chua menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.

Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, apabila dikalkulasikan, setiap bulannya sekitar Rp 120 juta APBD Kepri untuk pembayaran gaji bagi 10 orang staf khusus. Masih kata Rudy, untuk satu tahun anggaran adalah Rp 1,4 miliar APBD Kepri untuk menutupi kebutuhan tersebut.

Menurut Rudy, pengangkatan staf khusus sedikit rancu, karena tidak ada diatur dalam Undang-Undang. Karena dalam UU hanya menjelaskan tentang kebolehan Gubernur menunjuk staf ahli. Bahkan jumlah staf khusus dua kali lipat lebih banyak dari staf ahli yang ada sekarang ini.

“Artinya, pembentukan staf khusus adalah merupakan kreativitas kepala daerah saja,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Hotman membenarkan kebutuhan gaji dan tunjang staf khusus anggaranya diselipkan di biro-biro yang ada di lingkungan Pemprov Kepri. Akan tetapi, Hotman tidak mengetahui persis dibiro manakah pastinya.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, penunjakan staf khususnya harus melalui tahapan resmi. Karena staf khusus itu, adalah difigur-figur yang punya kecakapan dalam bidang tertentu. Sehingga bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan di Provinsi Kepri ini.

“Kita tidak melihat adanya manfaatnya dengan adanya staf khusus,” ujar Hotman.

Seperti diketahui, mereka yang ditunjuk menjadi staf khusus berasal dari berbagai kalangan. Ada politikus, akademisi dan sebagainya. Mereka adalah Ahar Sulaiman, Saidul Kudri, Andi Anhar Chalid, Herizal Hood, Belius Hasibuan, Imannuel D Purba, Yanto, Marsetio dan Jimmy Rumengan.(jpg)

Advertisement
loading...