batampos.co.id – Manajemen Bintan Lagoon Resorts (BLR), Lagoi kembali
melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 27 karyawan yang ikut
dalam aksi mogok kerja di pos sekuriti BLR, Lagoi, Jumat (22/9) lalu.
Total karyawan yang sudah dipecat dalam bulan ini, menjadi 41 orang.

Kadisnaker Bintan Hasfarizal Handra mengatakan, pihaknya akan
memanggil manajemen BLR untuk meminta alasan terkait pemutusan
hubungan kerja tersebut. Dijadwalkan pemanggilan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)
Reformasi Bintan, Darsono membenarkan, 27 karyawan dipecat setelah
melakukan aksi bersama karyawan lain yang terlebih dahulu dipecat. Ia
menyebut, karyawan yang dipecat dalam bulan ini menjadi 41 karyawan.

“Ada yang dipecat sejak Desember tahun lalu, jadi totalnya 44
karyawan,” katanya, Minggu (24/9).

Ia menjelaskan, umunnya alasan karyawan dipecat karena dinilai
membangkang dan melawan perusahaan. Sedangkan 27 karyawan yang baru
dipecat, dinilai sudah membocorkan rahasia perusahaan.

“Manajemen ada memberikan tambahan pelanggaran pada poin 9 dalam surat PHK yang
diterima 27 karyawan. Katanya mereka sudah membocorkan rahasia
perusahaan, tetapi entah rahasia yang mana,” tanya Darsono.

Ia menambahkan, seluruh karyawan yang dipecat sudah melaporkan
manajemen ke kantor polisi karena melanggar pasal 310 atau 311 KUHP
tentang dugaan pencemaran nama baik, sedangkan masalah perdata akan
dimediasi melalui pihak Disnaker Bintan. (cr21)

Respon Anda?

komentar