batampos.co.id – Warga yang merasa lahannya diserobot pemerintah untuk proyek
pembangunan 95 unit rumah bantuan dari pemerintah pusat di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam mendirikan pagar kayu diakses masuk proyek tersebut. Ini mereka lakukan sebagai bentuk protes mereka pada pemerintah.

“Sudah enam bulan kami menunggu. Tidak ada hasilnya, makanya kami pagar,” kata Tumino warga yang diberi kuasa memagar jalan dari pemilik yang lahannya diserobot, Sindu kepada Batam Pos, Minggu (24/9) kemarin.

Tumino menjelaskan, sudah berulang kali perundingan dilakukan. Tapi, pemerintah desa tidak bisa menganti luas lahan yang sudah diserobot. Si pemilik sebenarnya akan menganggap selesai masalah ini, jika pemerintah desa mau menganti 2 hektare lahan yang sudah diserobot.

“Masak 2 hektare yang diserobot mau diganti 1 hektare, siapa yang mau. Okelah, 1 hektare, tapi lahan kami yang tidak kena pembangunan, masih milik kami. Ini malah tidak boleh, mereka mau ambil juga. Katanya untuk pengembangan ke depan, enak saja,'” ungkapnya.

Dilakukan pemagaran ini, katanya agar pemerintah tidak berlarut-larut menyelesaikan masalah ini. Malah, ia berencana akan melaporkan masalah penyerobotan lahan ini ke pihak kepolisian. “Kalau tidak Senin, Selasa kami melapor ke kantor polisi,” tegasnya.

Kades Busung, Rusli tak lama turun ke lokasi pemagaran. Ia menemui warga perwakilan si pemilik lahan yang sudah memagar jalan. “Tidak masalah bapak memagar jalan. Itu hak bapak, asalkan tidak menganggu pekerjaan yang sedang berjalan,” kata Rusli.

Rusli menegaskan, dirinya bukan tidak berusaha mencari jalan keluar masalah ini. Hanya,
belum ada kesepakatan antara pemerintah desa dan pemilik lahan. “Kalau bapak setuju dengan apa yang kami tawarkan, tentu akan kami buatkan suratnya,” katanya.

Sejak awal Rusli mengatakan, pihaknya memilih lahan itu berdasarkan surat hibah lahan dari salah satu perusahaan di Lobam ke masyarakat. Ia menilai lahannya tidak ada masalah, namun belakangan ada warga yang mengkalim penyerobotan lahan. (cr21)

Respon Anda?

komentar