batampos.co.id – Kesempatan ketika Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengunjungi Pasar Baru II Pelantar KUD, Minggu (24/9), tidak disia-siakan para pedagang di sana. Kepada wali kota, para pedagang mengeluhkan keamanan di dalam pasar.

Kepada Lis, pedagang berkeluh-kesah bahwa selama ini ada banyak kejadian properti para pedagang hilang ketika disimpan di lapak yang ada di pasar. Semisal, timbangan dan barang dagangan. “Malah sampai kantong kresek pun bisa hilang lho, Pak Lis,” ucap seorang pedagang.

Menerima keluhan sedemikian, Lis berjanji akan segera menindaklanjutinya dengan berkoordinasi ke BUMD selaku pengelola pasar. Kepada direktur BUMD yang ikut serta dalam peninjauan ke pasar kemarin, Lis meminta harus ada perbaikan pasar ke depannya. Karena bagaimana pun, kata Lis, pasar ini adalah sentra ekonomi kecil-menengah yang sudah semestinya mendapatkan perhatian perbaikan sekecil apa pun.

“Kalau barang sering hilang, coba dipikirkan, apakah bisa misalnya dipasang CCTV, biar lebih aman,” kata Lis.

Tidak hanya soal keamanan saja yang jadi perhatian Lis. Ia turut meminta BUMD lekas membuat rancangan pembenahan pasar di Tanjungpinang. Lis ingin geliat ekonomi di pasar ini lebih tinggi dengan semakin tingginya minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional.

“Pasar itu harus bebas intervensi, manajemen pasar harus dikelola dengan baik, keadaan pasar juga harus nyaman, kalau kotor pasti ditinggalkan masyarakat. Mereka lebih memilih belanja di pasar yang nyaman dan bersih, meskipun jauh,” kata Lis.

Tidak boleh ditunda lagi, Lis meminta BUMD segera merenovasi atap pasar yang bocor dan merapikan tata kelola dalam pasar agar suasana pasar jadi lebih tertata dan enak dipandang mata. Meja lapak yang menghalangi jalan, kata Lis, jangan ragu agar dibongkar.

“Untuk bangunan yang tidak sesuai aturan, bikin surat teguran kepada pemiliknya, jika membandel, lakukan pembongkaran. Kepada Dinas PU buat gambar untuk memperbaiki fasilitas pasar yang rusak,” tegas Lis.

Dirut BUMD Tanjungpinang, Zondervan menanggapi bahwa pasar ini sudah masuk dalam perencanaan untuk dibenahi, seperti atap bocor dan pintu-pintu yang rusak. “Banyak pasar yang atapnya sudah bocor, dan untuk perbaikannya sudah kami masukkan dalam perencanaan, namun mengenai anggaran, InsyAllah pasar baru II yang akan didahulukan,” jelasnya.

Mengenai keamanan pasar, lanjut Zondervan, beberapa hari lalu BUMD sudah menambah keamanan, pintu-pintu sudah kita ukur untuk segera dilakukan perbaikan. Untuk pemasangan CCTV sudah dilakukan kerjasama dengan salah satu pihak swasta Internet Service Provider (ISP), guna memperketat keamanan, kita akan menempatkan 8 titik CCTV di wilayah Pasar Baru II.

“Mudah-mudahan dalam waktu 2 atau 3 minggu ini sudah kelar dan bisa lekas dipasang,” pungkas Zondervan. (aya)

Respon Anda?

komentar