batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan kepastian akan melanjutkan pembangunan dua pelabuhan di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, lewat APBN 2018 mendatang. Kedua pelabuhan tersebut adalah, Pelabuhan peti kemas, Tanjungmoco. Satu lainnya adalah Pelabuhan Dompak.

Iklan

“Poin penting saat rapat koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub. Atensi mereka di 2018 adalah melanjutkan pembangunan Pelabuhan Tanjungmoco dan Pelabuhan Dompak,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Brigjen TNI Jamhur Ismail menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (24/9) di Tanjungpinang.

Menurut Jamhur, pembangunan Pelabuhan Tanjungmoco masih dilakukan dalam beberapa tahap lagi. Sehingga belum bisa rampung pada tahun depan. Sedangkan Pepabuhan Dompak tinggal tahapan penyelesaiannya. Sehingga diprioritaskan untuk diselesaikan pada tahun depan. Apalagi persoalan lahan sudah diselesaikan.

“Dalam rapat juga sudah kita jelaskan kondisi yang terjadi. Begitu juga dengan kerusakan parah di Pelabuhan tersebut,” papar Jamhur.

Dijelaskan Jamhur, tertundanya penyelesaian pelabuhan Dompak sebenarnya bukan disebabkan persoalan administrasi masalah status lahan. Akan tetapi, lebih disebabkan terbatasnya kemampuan anggaran negara. Karena pembangunannya murni menggunakan dan APBN. Ditegaskan Jamhur, jika itu tanggungjawab APBD tentu sudah diupayakan merapungkan secepatnya.

Masih kata Jamhur, keberadaan pelabuhan tersebut sangat strategis. Karena Dompak adalah magnet baru bagi pembangunan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Dipaparkannya, pertumbuhan Tanjungpinang setiap tahun terus bergerak.
Artinya tidak cukup jika hanya mengandalkan satu akses untuk pelayanan transportasi.

“Kita butuh banyak akses, apalagi Tanjungpinang adalah merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri,” tutup Jamhur.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah memberikan apresiatif kepada Kemenhub. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, Mangkraknya penyelesaian pelabuhan Dompak memang memberikan banyak kerugian tentunya. Selain dari sisi waktu, juga dirugikan dalam materil. Yakni rusaknya bangun fisik infrastruktur tersebut.

“Artinya, semakin cepat diselesaikan akan semakin baik. Sehingga bisa mengurangi resiko terjadinya kerusakan lebih parah. Kabar terakhir, penyelesaian Pelabuhan Dompak butuh Rp6 miliar lagi,” ujar Irwansyah.

Mantan Legislator DPRD Kota Batam tersebut juga menjelaskan, DPRD Kepri memang terus mendorong Pemerintah Provinsi Kepri untuk melakukan pembenahan-pembenahan di Dompak. Karena selain sebagai pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, Dompak merupakan Ikon Tanjungpinang untuk kedepan.

“Saya yakin, ke depan Dompak akan menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Karena kontribusi pariwisata untuk ekonomi daerah itu pasti, meskipun pergerakannya pelan,” paparnya.(jpg)