batampos.co.id – Warga Kepri kini bisa membaca koran pagi. Era 90-an, koran datang siang, setelah pesawat pertama mendarat. Akibatnya, informasi selalu terlambat. Malah, siaran televisi dan radio Singapura lebih akrab dengan warga Kepri. Sampai akhirnya, percetakan surat kabar pertama berdiri di Tanjungpinang. Inilah Sistim Cetak Jarak Jauh (SCJJ) pertama di Indonesia.

Batam dan Kepri sejak dulu menjadi pasar persaingan surat kabar dan tabloid dari luar, seperti Jakarta, Medan, Palembang dan Pekanbaru. Wartawan pun dijuluki wartawan antarpulau. Citra pers saat itu sangat negatif. Apalagi, Kepri memiliki 2.408 pulau.

Koran diangkut dengan pesawat, baru diedarkan. Padahal, Batam sedang berkembang pesat. Pertumbuhan penduduknya pernah mencapai angka 12 persen.

Percetakan Bintana adalah wujud mimpi Rida K Liamsi. Chairman Riau Pos Grup ini, ingin Kepri punya percetakan sendiri. Tekad sudah bulat. Mesin cetak dikirim ke Tanjungpinang. Ini bukan pekerjaaan gampang. Mesin diangkut naik kapal. Berat mesin cetak itu satu unit 5 ton.

Celakanya, tidak ada fasilitas bongkar muat di pelabuhan. Mesin-mesin itu dinaikkan truk, lalu naik kapal roro agar tidak perlu dibongkar di pelabuhan. Saat mesin cetak tiba di lokasi percetakan, masalah lain muncul. Bagaimana menurunkan mesin dari truk? Tidak ada forklift. Dan tidak mungkin digotong beramai-ramai.

Apa akal? Dari truk, mesin itu diturunkan dengan titian kayu landai, lalu ditarik satu demi satu pakai mobil lain. Ada juga mesin yang diikat ke pohon, lalu truk pelan-pelan bergerak menjauh. Selesai? Belum. Memasang mesin di tapaknya juga tak kalah sulit. Tidak ada crane, katrol pun jadi. Mesin cetak itu dipasang satu demi satu dengan cara diderek pelan-pelan. Akhirnya, dengan kerja keras tak kenal lelah, mesin cetak itu berhasil terpasang.
Data-data, baik berita maupun foto, dikirim via satelit dari Pekanbaru ke Tanjungpinang. Gradasi dan transmisi data berjalan lambat. Sinyal putus sambung. Cuaca dan kondisi geografis sangat berpengaruh pengiriman halaman koran. Apalagi, komputernya jadul.

Dengan berdebar-debar, semua menunggu apa bisa mencetak koran dari jarak jauh.
Kerja keras tak kenal lelah itu akhirnya menjadikan Riau Pos sebagai surat kabar pertama di Indonesia yang menerapkan Sistim Cetak Jarak Jauh (SCJJ) pada 25 September 1994 di Tanjungpinang. Pembaca pun heran. Termasuk Harmoko, Menteri Penerangan saat itu yang kebetulan di Batam kaget. Pagi-pagi, koran sudah beredar. β€˜β€™Ini koran sini ya? β€˜β€™ katanya, tak percaya. Era SCJJ yang bersejarah itu berakhir dengan terbitnya Sijori Pos yang kini bernama Batam Pos.

Tahun 1998 mesin cetak itu pindah ke Sagulung, Batam lalu tahun 2005 pindah ke Graha Pena, Batam Centre. Didirikan di Tanjungpinang, itulah sebabnya nama perusahaan percetakan ini PT Ripos Bintana Press, mengambil nama Pulau Bintan.

Teknologi berubah dan peta bisnis juga berubah. Untuk meningkatkan kemampuan karyawan, percetakan Bintana mengirim mereka menginstalasi mesin cetak di berbagai kota di Indonesia. Sebab, koran-koran Riau Pos Grup dan Jawa Pos Grup, tersebar dari Aceh sampai ke Papua. Grup media terbesar di Indonesia ini memiliki 190 lebih media, puluhan televisi lokal, Graha Pena dan lebih 40 jaringan percetakan, dari ibu kota propinsi sampai ke kabupaten dan kota.

Selain itu, percetakan Bintana secara rutin mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam industri media. Antara lain, pameran industri media Drupa di Dusseldorf, Jerman. Menyaksikan proses rekondisi mesin cetak web di pabrik Webco di Turanga, New Zealand serta mengikuti pameran teknologi percetakan kelas dunia China Print dan Print China di Beijing dan Shanghai.

Kini, percetakan Bintana tidak hanya mencetak koran, tabloid, dan majalah, juga memproduksi buku, juga dilengkapi dengan cetakan offset, cetak digital serta kemasan (packaging). Beraneka barang cetakan seperti kalender, brosur, poster, news letter, company profile, map, sampai kotak makanan dan kemasan, hingga berbagai produk promosi seperti gift dan souvenir, kaos, topi, kemeja, jacket, tas, ballpoint, jam dinding, payung serta media luar ruang seperti spanduk dan baliho.

Pada momen usia ke 23 tahun ini, karyawan PT Ripos Bintana Press bertekad menjadikan Bintana sebagai percetakan modern, profesional dan kreatif di Kepulauan Riau. Kini, percetakan tersebut menggarap tiga jenis cetakan, yakni cetak koran dengan mesin web, cetak offset dan cetak digital dengan satu konsep: One Stop Printing. (aat)

 

 

Respon Anda?

komentar