batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, Jumat (22/9) lalu, menggrebek gudang tempat pengoplosan beras di Kampung Sumber Karya, RT 01, RW 06, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Dari penggrebekan tersebut petugas mengamankan tiga orang, yakni Ahui, 54, yang merupakan pemilik Swalayan Pinang Lestari, JN, 43, yang sedang mengoplos beras dan MY, 43, kepala gudang. Adapun barang bukti yang diamankan yakni 577 karung
beras merk Bulog ukuran 50 kg, 30 bungkus beras yang bertuliskan Bulog
Premium ukuran 5 kg yang kemasannya belum di pres. 873 bungkus beras yang bertuliskan bulog premium 5 kilogram, 119 karung berisi beras merk Roda Mas ukuran 50 kilogram, 5 karung yang berisi kantong plastik 5 kilogram, dua bungkus plastik biasa yang bertuliskan bulog premium 5 kologram, dan beberapa bukti pendukung lainnya.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, mengatakan penggrebekan tersebut berawal dari informasi masyarakat kepada Disperindag. Kemudian Disperindag memberitahu ke pihaknya yang mana selanjutnya mendatangi gudang tersebut.

“Saat kami kesana ternyata benar ada aktifitas pengoplosan beras yang  sedang dilakukan salah seorang laki – laki,” ujar Ardiyanto, saat ekspose di Rupatama Polres Tanjungpinang, Sabtu (23/9) malam.

Dikatakan Ardiyanto, pria tersebut diketahui sedang mengoplos beras merk Roda Mas 50 kilogram dengan merk Beraskita 5 kilogram dilantai dalam gudang tersebut.

“Setelah dioplos beras tersebut dimasukkan kedalam kemasan plastik bening berukuran 5 kilogram yang bertuliskan beras bulog premium 5 kilogram,” kata Ardiyanto.

Setelah selesai dan dimasukan dalam kemasan 5 kilogram yang bertuliskan premium 5 kilogram, terang Ardiyanto, beras tersebut dijual di Swayalan Pinang Lestari dengan harga Rp 52 ribu per 5 kilogramnya.

”Dari penjualan beras oplosan tersebut, mereka meraup keuntungan berkisar Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu per 5 kilogramnya,” terang Ardiyanto.

Dari tiga orang yang diamankan tersebut, jelas Ardiyanto, pihaknya menetepakn satu orang yakni Ahui, yang merupakan pemilik Swalayan Pinang Lestari sebagai tersangka.

”Apakah ini ada keterlibatan pihak lain, kami masih akan mendalami kasus tersebut terlebih dulu,” ucapnya.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 139 ayat 1 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan, junto pasal 2 atau 3 PP No 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan dengan ancaman hukum 5 tahun dan denda 10 Miliar.

”Tersangka juga dijerat pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 huruf a dan i UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukum 5 tahun dan denda 2 Miliar. Tersangka sendiri saat ini sudah kami lakukan penahanan dan masih menjalani pemeriksaan intensif di unit Tipiter Satreskrim Polres Tanjungpinang,” pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar