15 tahun berlalu sejak “dilahirkan”, Kepulauan Riau atau yang karib disapa Kepri menjelma menjadi salah satu provinsi maju. Terletak di perbatasan, daerah kepulauan itu punya peran penting.

Posisinya begitu vital. Berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, hingga Myanmar. Memiliki tujuh kabupaten/kota, tak salah jika dikatakan bahwa Kepri adalah “benteng” Indonesia di wilayah utara. Atau bisa juga dijuluki wajah Indonesia di wilayah utara.

Banyak potensi yang bisa dikembangkan di provinsi dengan semboyan Berpancang Amanah Bersauh Marwah itu. Setidaknya, itulah hasil sharing antara kami dengan beberapa pemangku kepentingan belum lama ini.

Di usianya yang masih muda, tak salah rasanya jika Kepri terus melakukan pengembangan. Mulai dari sektor ekonomi, pariwisata, budaya, dan potensi lainnya.
Makanya, upaya pemerintah provinsi (pemprov) dan kabupaten/kota untuk mengembangkan daerahnya harus kita dukung.

Memang, saat ini kondisi ekonomi sedang tidak baik. Tidak bersahabat. Bahkan mencekik dompet.

Bayangkan saja, tahun ini pertumbuhan Kepri merosot hingga titik nadir. Dari 2,02 persen pada triwulan I 2017, turun menjadi 1,54 persen pada triwulan II. Bahkan, Kepri berada di peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia. Miris.

Namun, pelbagai upaya terus dilakukan untuk membangkitkan lagi ekonomi Kepri. Tak hanya upaya pemerintah saja. Peran pengusaha juga tidak bisa dikesampingkan. Karena lewat beragam investasinya, Kepri menjadi semakin maju.

Okelah. Ekonomi memang lagi sakit. Tapi jangan sampai semangat kita ikut-ikutan sakit. Harapan itu masih ada. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Apakah pasrah dengan keadaan, atau memilih terus maju bersama-sama melewati cobaan ini.

Tema HUT ke-15 Kepri yang diusung memberikan spirit baru. “Merajut Kebersamaan Membangun Kepri,” demikian bunyi temanya.

Harapannya, tema itu tidak hanya sekadar dijadikan bacaan saja. Melainkan harus dimaknai secara dalam. Juga jadi semangat bersama untuk membangun Kepri.

Maka dari itu, dibutuhkan sinergitas antara seluruh pemangku kepentingan di provinsi ini. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Pemerintah tentunya ingin pembangunan berjalan. Sehingga daerah semakin maju.

Sedangkan bagi para pengusaha, mereka ingin mendapatkan kemudahan dalam investasi. Urus izin tidak ribet. Juga ada jaminan kemudahan lain-lain. Berinvestasi pun menjadi tenang. Rupiah bisa berputar. Ekonomi tumbuh lagi.

“Kaburnya” para investor ke negeri tetangga macam Singapura, Malaysia, Vietnam, hingga Myanmar memang bikin enggak enak hati. Namun, itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Kita harus kompak untuk meyakinkan investor menanamkan modalnya di Kepri.
Tentunya harus dibarengi dengan perbaikan sistem. Badan Pengusahaan (BP) Batam, pemerintah daerah, dan pengusaha harus satu suara. Samakan tekad dan semangat. Kita bergerak bersama-sama.

Karena jika masih jalan sendiri-sendiri alias lu-lu gue-gue, Kepri akan kesulitan lepas dari cobaan. Dengan demikian, perubahan harus dimulai sekarang juga. Semuanya harus bekerja. Harus kompak. Jangan sampai pasrah. Apalagi terpecah.

Bahkan, Allah SWT pun mendorong manusia untuk membuat perubahan yang lebih baik. Seperti yang tercantum dalam Surat Ar-Ra’du ayat 11.

Bunyinya: Innallaha la yughayyiru ma bi qoumin, hatta yughayyiru ma bi anfusihim (Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves).

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan yang ada pada suatu kaum, hingga mereka mengubah apa-apa/keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Makna dari surat ini sangat dalam. Bisa menjadi pegangan bagi kita. Terutama untuk mengubah dan membangun Kepri menjadi lebih baik, maju, serta sejahtera rakyatnya.
Kalau kita memperbaiki diri kita (khususnya jiwa dan hawa nafsu), tentu saja Allah SWT akan memperbaiki hidup kita sebagai seorang umat manusia.

Untuk itulah, harus dimulai dari kita. Lewat usaha, doa, dan tentu saja semangat kerja, kerja, kerja.

Harapan kita semua, HUT ke-15 Kepri yang diperingati setiap tanggal 24 September menjadi tonggak sejarah bangkitnya ekonomi Kepri.

Sejak itu pula, kita berharap agar Kepri perlahan-lahan mampu menghadapi krisis ekonomi ini. Sektor perekonomian tumbuh, wisata terus berkembang, dan potensi-potensi lainnya dapat dikelola dengan baik. Ending-nya, kita semua sejahtera. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Respon Anda?

komentar