Iklan
Kondisi gubuk reot yang ditempati Saripah bersama ketiga anaknya. F.Imam Sukarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Sejumlah warga miskin di Pulau Kundur berharap agar Pemerintah Provinsi Kepri maupun Kabupaten Karimun kembali melanjutkan program bantuan rumah layak huni. Pasalnya masih banyak warga miskin yang sampai saat ini menumpang tinggal di gubuk tidak layak huni. Permohonan tersebut diharapkan warga diperhatikan oleh pemerintah, berhubungan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-15 Provinsi Kepri.

Iklan

Seperti dirasakan Saripah, 39, janda tiga orang anak yang menempati gubuk di Jalan Fajar Baru Kelurahan Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur. Menurutnya, ia selama 12 tahun menumpang di gubuk milik warga yang kebetulan kosong. Sekarang kondisi gubuk tersebut miring, atapnya banyak yang bocor bahkan nyaris rubuh. Sebenarnya kami ingin juga untuk memperbaiki, namun keterbatasan ekonomi sehingga kondisinya semakin parah.

“Saya sudah 12 tahun menumpang tinggal di gubuk ini bersama tiga anak yang masih kecil sementara suami meninggal dunia dua tahun yang lalu. Kondisi gubuk yang kami tempati saat ini atapnya bocor, kami berharap ada bantuan rumah layak huni,” harap Saripah, Senin (25/9).

Data di lapangan sejumlah warga miskin yang belum mendapatkan bantuan bedah rumah salah satu penyebabnya mereka menumpang di lahan milik warga. Sehingga mereka tidak memiliki surat hibah tanah tersebut, sehingga mereka sulit untuk mendapatkan bantuan bedah rumah layak huni dari pemerintah. Diharapkan ada kebijakan pemerintah memberikan kemudahan warga miskin untuk mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut. (ims)