Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menggenakan pakaian Melayu dalam kegiatan pemerintahan pada Jumat pekan lalu. F. Humas Pemkab Bintan.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi kembali mengingatkan kewajiban seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bintan untuk menggenakan baju Melayu pada hari Jumat. Sebab, dirinya mendapati fenomena ASN yang mulai mengabaikan kewajiban itu.

Iklan

“Harus menjadi perhatian bersama,” kata Apri saat rapat bersama kepala organisai perangkat daerah (OPD), pejabat eselon 3 dan 4 di Kantor Bupati Bintan, kemarin.

Berbaju Melayu menurut dia, merupakan salah satu identitas masyarakat Melayu Bintan. Dengan aturan Permendagri mengenai jadwal penggunaan pakaian dinas PNS di lingkungan pemerintah daerah bahwa di hari Jumat harus menggenakan batik/tenun atau pakaian khas daerah dalam hal ini baju Melayu menurut dia, ini merupakan bagian melestarikan khazanah budaya Melayu.

“Kita harus bangga sebagai orang Melayu,” tegasnya.

Ia menambahkan, kewajiban berpakaian Melayu satu hari dalam seminggu juga diselaraskan dengan kewajiban pelajar di Bintan yang menggenakan pakaian Melayu.

“Di sekolah-sekolah, anak-anak kita juga berpakaian Melayu lengkap. Ini mengajarkan yang baik tentang nilai kemelayuan karena kita tinggal di negeri Melayu,” tukasnya. (cr21)