Iklan
Kapolda Kepri Irjen Sam BudigusdianĀ  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri dan Polisi Malaysia berkoordinasi untuk berbagi informasi tentang penyelundupan barang bekas, TKI Ilegal hingga narkoba, Selasa (26/9). Kesekapatan koordinasi ini dilakukan diatas kapal di perairan Tanjung Setapa, Pangerang, Malaysia.

Iklan

“Dari Polda Kepri itu perwakilannya Wakil Direktur Ditpolair AKBP Harri S Nugroho. Sedangkan dari Malaysia yakni PPM Wil Johor Ketua Bahagian Risik atau Operasi DSP Rohizan,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Selasa (26/9).

Langkah kerjasama ini diambil, karena rentannya wilayah kedua negara ini sering dilalui oleh para penyelundupan. Erlangga menyebutkan dengan saling berbagi informasi kedua belah pihak. Diharapkan dapat mengantisipasi berbagai penyelundupan.

Dari pemetaan yang dilakukan kedua belah pihak, ada dua daerah menjadi tujuan penyelundupan TKI ilegal yakni Teluk Penawar dan Tanjung Krisma.

“Kedua daerah ini terletak di Johor,” ungkap Erlangga.

Pihak Ditpolair Polda Kepri juga meminta polisi Malaysia, untuk mengirimkan informasi bila ada kapal membawa barang bekas yang bertolak ke Batam atau perairan Kepri.

“Tentunya juga kapal-kapal yang membawa narkoba,” ujarnya.

Sementara itu pihak Malaysia, juga meminta informasi bila ada kapal dari perairan Kepri, menyelundupkan TKI ilegal. Tak hanya mencapai kata sepakat soal berbagi informasi. Kedua belah pihak juga melakukan patroli bersama.

“Pol Air Polda Kepri menggunakan kapal patroli KP XXXI-3001 dan Malaysia dengan Kapal Botronda PA-51,’ ucapnya.

Erlangga berharap kerjasama ini bisa dapat optimal. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindak penyelundupan. (ska)