batampos.co.id – Dua mesin pembangkit listrik milik PLN sub Rayon Kelarik Natuna rusak lagi. Warga harus menikmati kehidupan tanpa listrik, beralih menggunakan lampu culok (minyak tanah,red) yang terbuat dari bambu, untuk penerangan. Camat Bunguran Utara Izhar mengatakan, pemadaman listrik PLN sudah berlangsung sejak sepekan terakhir.

Iklan

“Di kecamatan kami lagi krisis listrik. Sudah seminggu lalu listrik padam bergilir. Sekarang malah padam total,” kata Izhar, Selasa (26/9).

Dikatakan Izhar, masyarakat terus mendesak agar PLN melakukan perbaikan kerusakan mesin yang rusak secepatnya. Saat ini hanya satu mesin yang masih beroperasi. Mestinya pihak PLN tidak harus menunggu mesin rusak baru diperbaiki.

Menurut Izhar, kondisi mesin yang dioperasikan PLN sub Rayon Kelarik saat ini sudah tidak memungkinkan lagi menerangi Kecamatan Kelarik selama 24 jam. Mesin PLN tersebut sering mengalami kerusakan.

“Kondisi sekarang membuat masyarakat kami sangat kecewa, apalagi sekarang pemadaman sudah berjalan 24 jam. Kami berharap secepatnya ada solusi dari PLN. Sekarang warga sudah pakai lampu culok di rumah,” ujar Izhar.

Saat dikonfirmasi, Manajer PLN Rayon Natuna Hasdedi mengatakan, PLN sub Rayon Kelarik Kecamatan Bunguran Utara saat ini hanya mengoperasikan tiga mesin pembangkit. “Jika dua mesin rusak, maka listrik lumpuh total,” katanya.

Sebelum pemadaman total ini, PLN sempat memberlakukan pemadaman bergilir, karena saat itu dua mesin masih bisa beroperasi. Namun bertambah lagi mesi yng rusak, sehingga pemadaman tidak terhindarkan. “Kerusakan dua mesin di PLN sub Rayon Kelarik sedang diupayakan perbaikan secepatnya,” ujar Hasdedi. (arn)