Iklan
foto: humas ATB

PT Adhya Tirta Batam (ATB) kembali membongkar sambungan air ilegal di Jalan Nusa Batam Kaveling Baru Sagulung, Rabu (27/9).

Iklan

Dari lokasi tersebut, petugas ATB bersama beberapa personel Brimob Polda Kepri menemukan tiga titik lokasi sambungan ilegal, yang ditapping dari pipa 2 inchi milik ATB ke pipa 3/4 dan dialirkan ke permukiman warga di kawasan tersebut.

“Dari lokasi yang sudah kita telusuri dan bongkar, ditemukan sambungan ilegal ini telah ada sekitar 3-4 tahun lamanya. Karena tappingan sudah berkarat dan sempat menyulitkan petugas,” ujar Wisdarman, Supervisor Non Revenue Water ATB.

Dia mengatakan penemuan tapping tersebut, karena adanya laporan kebocoran pipa yang disampaikan oleh warga setempat. Sebelumnya warga mengaku suplai air mengecil sejak beberapa waktu lalu.

Namun, saat dicek oleh petugas ternyata di sekitar lokasi tersebut ditemukan sambungan ilegal dan diduga dialirkan ke puluhan keluarga di kawasan itu.

“Niatnya cek sambungan pipa yang bocor, tapi kami temukan sambungan ilegal itu,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang melihat proses sambungan ilegal mengaku sangat bersyukur adanya penertiban sambungan ilegal dan berharap terus di tingkatkan demi memberikan suplai air yang handal kepada warga.

“Bagus Pak, sikat aja semuanya. Sudah ngak bayar airnya mereka itu. Pantesan aliran air ke rumah kami sering mengecil, ternyata ini penyebabnya. Nanti tolong dicek juga rumah saudara kami ya Pak,” Kata warga yang tak ingin dikorankan namanya.

Sementara itu, Wisdarman menyebutkan sepanjang tahun 2017 hingga Agustus, tim ATB sudah melakukan pemutusan sambungan ilegal sebanyak 480 hingga 560 titik di wilayah Batam. Artinya setiap bulannya, ada sekitar 60-70 sambungan ilegal yang sudah ditertibkan dan diputus.

“Sambungan ilegal tidak hanya menimbulkan kerugian bagi ATB saja. Akan tetapi menjadi salah satu penyebab suplai air yang seharusnya lancar menjadi tersendat dan mengecil,” tutupnya. (cr19)