SPBU Pertamina di Ranai, saat ini menjatah 30 liter solar setiap truk per hari. Penjatahan ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di Ranai mendadak menjadi barang langka. Meksi pasokan solar subsidi tetap lancar dari Depot Pertamina. Bahkan di SPBU Retail Pertamina di jalan DKW Benteng Ranai, hanya bisa bertahan diantrean pertama kendaraan saat SPBU dibuka, siangnya sudah habis.

Sejumlah sopir truk pengangkut kini mengeluh. Sudah beberapa hari truk barang hanya diberikan jatah 30 liter solar oleh SPBU Retail Pertamina di Ranai. Sementara saat ini kendaraan truk harus rutin melakukan aktifitas sejalan berbagai pembangunan oleh pemerintah baik dari APBD maupun APBN.

“Kami hanya diberi jatah 30 liter satu truk. Sehari mana cukup, harus angkut barang material bangunan sana sini, kami tidak bisa bekerja, sementara target belum dipenuhi,” ujar Sudir, seorang supir truk, Rabu (27/9).

Sudir mengaku, sudah hampir satu minggu ini kendaraan bahan bakar solar harus antre untuk mendapatkan solar. Namun meski bersabar, kadang tidak kebagian walaupun antreannya sejak SPBU masih tutup pukul 06.00 WIB.

“Setiap hari ada mobil tanki solar masuk, pagi satu siangnya satu. Tapi solar tetap saja tak cukup. Kami harap penjatahan solar ini ada perhatian pertamina,” ujar Sudir.

Langkanya solar di Ranai tidak hanya terjadi di SPBU ratail Pertamina. Namun juga terjadi ditiga APMS yang membuka SPBU, yang didapati hanya tulisan solar habis. Menurut data Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, alokai BBM jenis solar untuk Natuna tahun 2017 sebanyak 6.923 kilo liter dan bensin RON 88 sebanyak 8.817 kilo liter per tahun.

Kepala Bagian Migas Pemkab Natuna Faisal Firman mengatakan, alokasi tersebut disalurkan oleh Pertamina kepada lembaga penyalur seperti APMS dan SPBU Nelayan, termasuk data di SPBU Retail Pertamina di Ranai.

Kelangkaan solar ini kata Firman, Pemerintah Daerah sudah berkoordinasi dengan Pertamina kepri di Batam dan menunggu tindak lanjut. Dan sedang dipelajari oleh BPH Migas terkait regulator pendistribusian BBM.

“Persoalan solar langka dan dijatah sudah disampaikan kepada Pertamina Marketing Kepri di Batam. Tinggal menunggu tindak lanjut yang punya kewenangan,” ujar Faisal, Rabu (27/9).(arn)

Respon Anda?

komentar