ATB melakukan simulasi ketanggap daruratan penanganan kebakaran beberapa waktu lalu. Awal Oktober 2017 ATB akan menggelar dua simulasi ketanggapdaruratan di IPA Tanjung Piayu dan Tanki reservoar Ozon.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan menggelar dua simulasi tanggapdarurat di area kerja yang terpisah.

Latihan ini wujud nyata memberikan ketrampilan kepada karyawan khususnya dalam menanggapi situasi darurat di area kerja,

Latihan tersebut, nantinya akan di pusatkan di dua tempat terpisah yakni di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu dan Booster Pump di Tanki Reservoar Ozon. Untuk drill di Booster Pump di Tanki Ozon akan di agendakan pada awal Oktober 2017 selanjutnya di drill di IPA Tanjung Piayu.

Di dua lokasi tersebut, nantinya akan dilakukan metode berbeda. Dimana di IPA Tanjungpiayu akan digelar pelatihan ketanggapdaruratan kebocoran bahan kimia hingga penanganan dampak lingkungan di area kerja (produksi). Sementara di Booster Pump tanki reservoar Ozon akan dilakukan penanganan kebakaran (K3).

“Latihan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan ATB dan tentunya melibatkan seluruh karyawannya. Terutama yang berada di area kerja seperti bagian produksi di area IPA. Kita berharap aplikasi di lapangan bisa berjalan sesuai prosedur yang sudah ada apabila kondisi-kondisi tanggap darurat terjadi,” ujar Manager QHSE ATB, Roni Hartawan, Kamis (28/9).

Di IPA Tanjungpiayu, akan dirancang seolah-olah adanya tumpahan bahan kimia yang digunakan ATB di area produksi. Dan mengakibatkan dampak lingkungan yang berhubungan langsung dengan masyarakat umum di area IPA.

“Skenarionya kita konsep seperti kejadian sebenarnya, berkenaan dengan pencemaran tumpahan bahan kimia. Dimana tumpahan tersebut sudah sampai ke badan air di sungai yang berada di luar lokasi kerja di IPA Tanjung Piayu,” lanjut Roni.

Dia juga menegaskan, simulasi ketanggap daruratan tersebut nantinya bisa berjalan sesuai prosedur yang sudah di siapkan. Dari hasil simulasi ini nantinya bisa mengetahui kesiapan setiap personel yang terlibat.

“Harus ada prosedur ketanggap daruratan, nantinya akan kita uji apakah tim atau personel yang ada di sana sudah memahami bagaimana cara melakukan respon tumpahan bahan kimia yang mencemari badan air. Intinya adalah melakukan pengujian apakah prosedur pelaksanaan ketanggap daruratan tumpahan bahan kimia memang sudah efektif dalam penanganann dan efektif di laksanakan oleh personil yang ada,” ujar Roni lagi.

Agar simulasi dapat berjalan lancar, pihak internal ATB sudah melakukan koordinasi-koordinasi dengan pihak terkait. Begitu juga berbagai persiapan sudah di lakukan mulai dari gladi kotor dan persiapan pendukung.

“Koordinasi dengan berbagai pihak sudah di lakukan dengan departemen terkait, termasuk dengan pihak pemerintah dan perangkat RT dan RW setempat. Mengingat simulasi berada di luar area kerja yang melibatkan banyak pihak. Termasuk melibatkan vendor bahan kimia yang di gunakan ATB,” lanjut Roni.

Adanya simulasi ini diharapkan bisa efektif, selain itu sebagai cara untuk membangkitkan kepedulian dari setiap orang yang berada di lokasi tanggap darurat. Tidak hanya sebatas mengandalkan ke teman-teman yang ada di tim tanggap darurat.

“Setiap orang yang dekat dengan lokasi kejadian harus sudah mampu melakukan pertolongan pertama. Apabila tidak sanggup harus segera memberitahukan ke tim terkait untuk di tangani lebih lanjut,” ucap Roni

Dalam pelatihan ini nantinya akan dinilai oleh tim penilai yang sudah di koordinasikan, apakah sudah di sesuaikan dengan semua komponen yang sudah disiapkan.

Tim penilai melibatkan beberapa Manager di ATB yang akan menilai dan melihat kira-kira apakah pelaksanaan drill sudah berjalan baik. Termasuk menjaring masukan agar kedepannya apabila melakukan hal yang sama sudah tau kekurangan dan apa yang perlu di perbaiki. (rilis)

Respon Anda?

komentar