Iklan

batampos.co.id – Bayangkan kala Anda merenovasi rumah, berapa banyak duit terkuras, berapa banyak “siksaan” berupa debu dan kotoran yang harus ditanggung. Pembaca, sesungguhnya kita telah mengenal lama adanya bahan bangunan yang murah dan lebih bersih, gypsum.

Iklan

Namun kita kerap mengenalnya hanya untuk gedung kantor dan sejenisnya, padahal untuh rumah sah-sah saja. Apalagi saat ini gypsum bukan hanya sejenis, beraneka jenis sesuai kebutuhan, termasuk untuk kamar mandi.

Pembaca perkenalkan gypsum merk Gyproc.

Gyproc sebagai produsen gypsum berkualitas premium, yang sudah mendunia menghadirkan produk baru yakni Habito dan Glasroc H. Dua produk ini memiliki keunggulan tersendiri.

Habito, dirancang khusus untuk memungkinkan pengguna mendesain ruang dengan cepat dan fungsional.

“Selain kenyamanan yang ditawarkan, Habito juga mempermudah proses desain ruangan karena tidak memerlukan lagi alat khusus untuk mengantung barang,” kata Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia Hantarman Budiono, Kamis (28/9) di Hotel Aston, Batam.

Aston dipilih sebagai tempat jumpa pers sebab hotel ini menggunakan gypsum Gyproc untuk interiornya.

Ia mengatakan Habito adalah salah satu produk istimewa yang diciptakan oleh Gyproc. Habito adalah dinding kering Gyproc yang menawarkan kenyamanan serta efisiensi proses pembangunan. Ada beberapa kelebihan dari Habito lima kali lebih kuat daripada dinding gypsum standar, lebih tahan terhadap guncangan yang terus menerus, serta memiliki insulasi suara yang lebih baik.

Managing Director PT Saint Gobain Contruction Products Indonesia Hantarman Budiono (tengah) bersama Marketing Direktor PT SGCPI Won Siew yee (kanan) dan Direktur Utama PT Sri Indah Mandiri Go Wie Meng memberikan keterangan tentang produk Gypsun merek Gyproc di Hotel Aston Pelita, Kamis (28/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Selain itu Habito itu, Hantarman menuturkan ada produk yang tak kalah bagusnya yakni Glasroc H. Papan Gypsum jenis ini digunakan khusus untuk area basah. Banyak keunggulan yang diusung oleh Glasroc H, bebas dari timbal, anti radiasi. Sehingga tepat digunakan pada dinding ruangan X-Ray sebuah rumah sakit. Gysum Glasroc ini juga memiliki fireline, mampu menahan api hingga empat jam. Selain itu mampu menjaga suhu udara tetap stabil.

“Sehingga menghemat penggunaan pendingin udara,” ungkapnya.

Hantarman menerangkan bahwa Gyproc merupakan produk dari PT Saint-Gobain Construction Product Indonesia (SGCPI). Dan sudah hadir semenjak 2007 di Batam. Pemilihan Batam, karena diprediksi kota ini disebut-sebut sebagfai daerah yang memiliki masa depan yang cerah dalam bisnis properti di Asia Tenggara. Melihat kondisi perekonomian dan sektor properti di kota Batam yang cukup stabil.

Hal ini membuka peluang bagi kami untuk memperkenalkan teknologi terbaru dari Gyproc yaitu drywall system. Inovasi terbaru sebagai penggati dinding konvensional dengan pengaplikasian yang mudah, efisien dan pengerjaan yang sangat cepat,“ ungkapnya menjelaskan tentang Gyproc.

Drywall system yang diterapkan Gyproc merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia. Karena begitu banyak kelebihan yang dimiliki produk ini. Salah satunya adalah lebih efisien dalam pengaplikasian. Drywall secara harfiah diartikan sebagai sistem dinding kering. Sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum, yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus.

Disebut drywall karena merupakan bentuk dari konstruksi kering yang tidak menggunakan batu bata dan semen basah sebelum proses pengecatan. Dengan sistem dinding kering ini, pengguna dapat mengurangi pemakaian air, mempercepat waktu konstruksi hingga 30 persen, tidak memerlukan proses penambalan, serta tidak menghasilkan banyak kotoran pada area kerja yang mampu mengurangi biaya hingga 20-25 persen.

Marketing Director Saint-Gobain Construction Products Indonesia, Won Siew Yee menjelaskan mengapa drywall menjadi solusi yang efektif. “Karena merupakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan 100 persen dapat didaur ulang, serta dapat mengurangi potensi pemanasan global hingga 79 persen, penggunaan energi utama hingga 67 persen dan mengurangi penggunaan air bersih hingga 81 persen,” ujarnya.

Direktur Utama PT Sri Indah Mandiri Go Wie Meng menuturkan sudah lama menggunakan Gyproc. Ia mengatakan hotel pertama dibanggunya yakni Gideon menggunakan Gyproc. Lalu terbaru Hotel Aston International, gypsum yang digunakan juga gyproc. Ia mengatakan dari segi harga menggunakan gysum jauh lebih murah.

“Bayangkan untuk satu meter dengan menggunakan bata, baik itu bahan dan upahnya mengahbiskan uang Rp 200 ribu. Sedangkan gypsum persatu meternya hanya Rp 120 ribu. Tak hanya murah, tapi juga bagus dan mulus untuk dinding,” pungkasnya. (ska)