Syahrul mendeklrasikan diri sebagai bakal calon Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023. F. Jailani/Batam Pos

batampos.co.id – Kandidat Walikota petahana, Syahrul mulai memanaskan mesin politik. Meskipun belum ada mendapatkan kendraan untuk maju, Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut bersama Tim Syahrul Bersama Rakyat (SABAR) sudah bulat dengan menggelar deklarasi sebagai Calon Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023, Jumat (29/9)

“Masyarakat menunggu sudah begitu lama, makanya deklarasi ini adalah untuk menjawab pertanyaan masyarakat selama ini,” ujar Syahrul menjawab pertanyaan media setelah deklarasi, kemarin.

Pria yang akrab disapa Ayah Syahrul tersebut menyampaikan permohonan maaf, selama duduk sebagai Wakil Walikota Tanjungpinang belum bisa berbuat banyak terkait kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Karena sebagai Wakil Walikota kewenangannya sangat terbatas.

“Persoalan-persoalan tersebut menjadi motivasi saya untuk maju. Dengan harapan bisa memberikan yang terbaik untuk Tanjungpinang lebih baik lagi kedepan,” papar Syahrul.

Ketua Dewan Masjid, Kota Tanjungpinang itu menyebutkan, perbedaan pendapatan maupun silang kata memang ada terjadi dengan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Akan tetapi, hal itu bukan penyebab dirinya memutuskan untuk berpisah.

Adapun komitmen dirinya adalah untuk memajukan dunia pendidikan di Tanjungpinang. Selain itu adalah pembangunan kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Ditanya apakah pelaksanaan deklarasi ini, sudah disampaikan kepada Lis Darmansyah.

“Meskipun kami sudah membuat keputusan untuk tidak bersama. Tetapi hubungan baik, terus kami jaga. Karena tujuan kita sama, yakni ingin menjadikan Tanjungpinang lebih baik. Siapapun yang menang nanti adalah untuk Tanjungpinang,” jelas Syahrul.

Disinggung mengenai kehadiran Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang, Ade Angga apakah sinyal akan bersadingnya mereka pada Pilwako nanti. Mengenai hal itu, pria yang pernah membidani Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjungpinang mengatakan dirinya saat ini tengah intens membangun komunikasi politik dengan Koalisi Anak Pinag (Golkar-Demokrat-PPP),dan Koalisi Setara (PKS-Gerindra).

“Selain itu, saya juga berkomunikasi dengan Partai Politik diluar itu. Baik itu Parti Amanat Nasional (PAN) maupun Partai Hanura. Mudah-mudahan dalam beberapa waktu kedepan, ada progres dan membangun sebuah koalisi yang lebih solid,” harapnya.

Disela-sela kegiatan tersebut, Syahrul mengharapkan panggung Pilkada Tanjungpinang nanti hendaknya dijaga supaya tetap aman dan kondusif. Jauhkan isu-isu yang berbau Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA). Karena isu-isu negati, sangat berpotensi merusak stabilitas Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri.

“Menjaga ketertiban dan kondusifitas daerah adalah tanggungjawab bersama. Meskipun berbeda pilihan, jangan kita terpecah belah,” tutup Syahrul. (jpg)

Respon Anda?

komentar