batampos.co.id – Lesunya kondisi ekonomi saat ini tak mampu membendung geliat bisnis kuliner di Batam. Bisnis kuliner tetap tumbuh lengkap dengan keunikan konsep dan kreasi masing-masing.

Iklan

“Kalau sudah menyangkut urusan perut, bisa jadi urusan utama. Karena lapar tidak bisa dibiarkan lama-lama,” ungkap mahasiswi Uniba, Rita, saat menikmati santapan siangnya di sebuah kafe di Nagoya Hill Mall, Batam, Jumat (29/9).

Hal ini diakui pemilik Waroeng Iga di Nagoya Hill Mall, Witak. Kata dia, bisnis kuliner menjadi sektor usaha yang sangat menjanjikan jika dikelola dan dikembangkan dengan baik.

“Dimana-mana orang butuh makan. Dari poin itu kita sudah punya kekuatan untuk mengembangkan usaha kuliner,” kata Witak saat ditemui di warungnya, kemarin.

Witak mengakui, terpuruknya ekonomi saat ini sedikit banyak turut berdampak pada bisnis kuliner. Yang paling terasa, jumlah pembeli menurun cukup signifikan. Namun menurut Witak, pelaku bisnis kulier seperti dirinya tetap yakin usahanya itu akan mampu bertahan bahkan tumbuh lagi.

“Artinya, kami tetap optimistis terus berkembang,” ujar Witak yang juga pemilik Waroeng Makmur di Kepri Mall Batam ini.

Pemilik Tok Ngah Pancake Durian, Andy, membenarkan hal ini. Meski kondisi perekonomian tengah lesu, usahanya yang kini sudah berkembang menjadi beberapa cabang itu masih tetap mampu bertahan.

“Masih tetap survivelah. Walaupun Batam yang paling terasa dampak melemahnya ekonomi ini, tapi untuk usaha kuliner masih bakal tetap hidup dan berkembang,” ucap Andy.

Namun di sisi lain, pihaknya mengharapkan agar pertumbuhan Batam bisa kembali bergairah seperti di era 90-an atau awal 2000-an silam. “Percaya pada pemerintah yang bekerja untuk masyarakat. Sama-sama mendukung agar Batam bangkit kembali untuk di semua lini,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung menikmati kuliner di Food Street Nagoya Hill, Agustus lalu. Di tengah kelesuan ekonomi, salah satu yang bertahan dan berkembang adalah bisnis kuliner. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Ikuti Tren Pasar

Sementara Penanggung Jawab Universe Cafe, Resto & Bar, Thien Pao, mengatakan saat ini persaingan bisnis kuliner di Batam semakin ketat. Untuk bisa memenangkan pasar, pengusaha kuliner harus mampu menyajikan keunikan tersendiri. Baik dari segi rasa maupun konsep lokasi usaha.

“Persaingan sekarang memang banyak, tapi itu tidak masalah. Karena masing-masing kita sudah ada marketnya,” ujar Thien Pao. Jumat (29/9).

Namun bukan sekedar unik dan enak, menu kuliner yang disajikan juga harus mengikuti tren pasar. “Misalkan tren sekarang anak muda suka makanan yang disajikan unik. Maka kita ikuti,” jelas Thien.

Ia mencontohkan menu Nasi Goreng Universe dan Chicken Dinamit yang disediakan kafenya. Menu ini memiliki ciri khas dengan rasa sedikit pedas yang disajikan dengan mangkok pangsit.

“Karena sajian dan rasanya unik, maka makanan ini menjadi favorit,” tutur Thien.

Selain itu, harga juga menjadi salah satu pertimbangan utama bagi pembeli. Karenanya, ia menyarankan agar pengelola kafe dan warung untuk memberikan harga yang kompetitif.

“Banyak masyarakat yang beranggapan makanan di kafe itu mahal. Tapi harga di sini sangat terjangkau dan kita menawarkan kenyamanan,” katanya. (opi/nji)