batampos.co.id – Provinsi Kepri berhasil mempertahankan nama besarnya dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional 2017 di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pada ajang tersebut, salah satu inovasi dari Kepri, yakni Kompresor Silent menyabet juara III nasional.

Iklan

Alhamdulillah Kepri masih mempertahankan nama besarnya di TTG Nasional 2017. Yakni keluar sebagai pemenang ketiga,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison pada Batam Pos, Jumat (29/9)

Menurut Sardison, Kepri sebenarnya mengirim beberapa inovasi dalam kampanye TTG Nasional tahun ini. Akan tetapi, setelah dilakukan penilainnya, hanya Kompresor Silent yang masuk dalam jalur juara. Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan tersebut menjelaskan, capaian ini adalah tetap menjaga eksistensi Kepri di TTG Nasional.

“Apapun hasil yang kita terima hari ini adalah yang terbaik. Selanjut tugas kami adalah bagaimana, inovasi yang ada memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelas Sardion.

Masih kata Sardison, selain menggelar hajatan TTG, juga disejalankan dengan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu isu strategis yang dibahas adalah meningkatkan pemahaman pentingnya pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dengan sentuhan TTG.

“Setelah kami, akan terobosan, inovasi-inovasi yang sudah ada terus dikembangkan. Sehingga bernilai guna bagi masyarakat maupun dunia usaha,” tutup Sardison.

Sementara itu, Ahmad Ari Saputra sang penemu Compresor Silent mengaku bangga bisa memberikan yang terbaik bagi nama besar Provinsi Kepri di tingkat nasional. Diceritakannya, tentang asal mula ia membuat penemuan tersebut. Diakuinya, adanya compresor silent memang sudah lama. Hanya saja, penemuan yang dibuat lebih baik lagi dibadingkan dengan yang sudah ada. Bagi tukang air brush tersebut, alat penemuannya itu membuat dirinya bisa bekerja 24 jam tanpa memberikan kebisingan bagi tetangga.

“Silent Compresor inilah kemarin yang menang juara umum di ajang TTG Tingkat Provinsi Kepri di Batam belum lama ini,” ungkap Ari

Menurut Ari, apabila dibandingkan dengan kompresor convensional tentunya akan sangat berbeda. Tetapi dari segi kegunaanya jauh lebih banya. Disela-sela perbincangan, Ari juga menceritakan tentang awal mula dirinya menciptakan alat tersebut. Diakuinya, kompresor silent sebenarnya sudah ada. Hanya saja, peruntukannya terbtas.

“Semua pelaratan yang digunakan konsepnya adalah ramah lingkungan. Karena latar belakangnya adalah sebagai tukang cat, makanya ingin membuat sebuah terobosan,” paparnya.

Pria yang sehari-hari aktip sebagai karyawan Bintan Service Point (BSP) tersebut mengatakan, untuk menghasilkan Silent Compresor tersebut, ia tidak selesai dalam satu kali percobaan. Dengan kesabaran, ia berhasil menuntaskan inovasi tersebut. Adapun perangkat-perangkat keras yang dibutuhkan adalah barang-barang seperti motor kulkas, tabung prion, sakelar otomatis. Selain itu melengkapi sistem kerja Silent Compressor adalah melengkapi dengan dua unit regulator

“Untuk membuat sebuah Silent Compressor cukup dengan Rp1,5 juta. Tetapi semua barang-barang yang digunakan adalah bekas,” ungkap Ari.

Dijelaskan Ari, sistem kerjanya sama seperti kulkas. Dari segi anggaran, penggunaan Silent Compressor ini bisa lebih hemat 85 persen dibandingkan dengan Kompresor Konvesnional. Apalagi kekuatan listriknya hanya 90 watt. Untuk teganggan anginnya juga bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

Disebutkannya, sejauh ini ia sudah membuat beberapa unit pesanan teman yang tergabung didalam komunitas airbrush. Diakuinya, hasil temuannya ini memang belum dipatenkan.Masih kata Ari, dirinya sudah melakukan beberapa uji kelayakan Silent Compressor. Sehingga disimpulkan ada delapan kegunaannya. Yakni untuk bengkel, tambal ban, cat, air brush, dan pertukangan meubel. Selain itu ia juga sudah menguji bagi suply oksigen peternakan ikan.

“Khusus untuk kolam ikan, harus ditambah carbon aktiv. Fungsi carbon tersebut adalah menetralisir racun yang ada.Ternyata berhasil,” sebut Ari.

Pria 25 tahun tersebut juga mengatakan, salah satu yang belum teruji adalah untuk kebutuhan medis, yakni bagi tukang gigi. Tentu untuk mencapai tahapan tersebut, kata Ari, perlu dilakukan uji lab. Ia yakin, penemuannya itu sangat berguna bagi dunia usaha dan sebagainya.

“Kalau kompresor biasa, perjamnya sekitar Rp2.000. Sedangkan Silent Compressor ini hanya Rp320 perjam. Dan ini sudah kita ukur,” terang Ari.(jpg)