Danlantamal IV Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno memperlihatkan barang bukti sabu 1 kg besama dua tersangka pemilik dan kurirnya yakni Muslim dan Ramli di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Jumat (29/9). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, berhasil menangkap speed boat bermesin 40 PK yang membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram di perairan Karimun Anak, Tanjungbalai Karimun, Kamis (28/9).

Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, peristiwa penangkapan speed boat bersama 1 kilogram sabu-sabu tersebut merupakan hasil kerja keras Tim WFQR-4 dan Lanal Tanjung Balai Karimun yang melakukan penyamaran, guna mengungkap dan menangkap pelaku jual beli narkoba di perairan Pulau Buru.

“Kapal tersebut merupakan target operasi (TO) dari Lantamal IV sejak lama,’ ujar Eko.

Ia menjelaskan Tim WFQR-4 dalam penyamaran sebagai pembeli berhasil melakukan transaksi dengan meyakinkan penjual narkoba. “Selanjutnya tim melaksanakan transaksi Kamis (28/9) dini hari di perairan Pulau Buru, dengan transaksi 1 kilogram sabu seharga Rp 600 juta,” paparnya.

Selanjutnya, setelah menerima informasi dari jaring agen bahwa penjual barang tersebut sedang bergerak menuju Malaysia untuk mengambil narkoba, tim penyamar kemudian menghubungi penjual dan disepakati bahwa transaksi dilaksanakan pada sore hari diperairan Pulau Karimun Anak.

Akhirnya, Gabungan WFQR-4 dan Lanal Tanjungbalai Karimun berhasil menangkap pelaku pada posisi 1° 9′ 127″ LU – 103° 24′ 316″ BT di perairan Karimun Anak, Tanjungbalai Karimun. “Adapun pelaku atas nama Ram, 36, yang merupakan kurir. Sementara, pemilik barang atas nama Muselm alias Panjang berhasil ditangkap di pantai Pongkar Tanjungbalai Karimun,” terang Eko.

Dari hasil penangkapan tersebut, Tim WFQR-4 berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 kilogram sabu dan 2 paket sabu dengan jumlah total sebanyak 1005 gram, satu buah tas, tiga unit ponsel dan uang sebesar Rp 516 ribu. “Saat ini kedua tersangka berada di Mako Lantamal IV untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Adapun modus kejahatan yang dilakukan yakni tidak secara face to face atau berhadapan antara pembeli dan penjual. “Pemasok narkoba atau operator yang mengatur komunikasi perdangan barang haram tersebut, kebanyakan menyebar alamat pengambilan barang ke pengecer di level bawah melalui pesan singkat,” pungkasnya. (nji)

Advertisement
loading...