
batampos.co.id – Sedikitnya butuh anggaran Rp 11,2 miliar untuk relokasi SMP N 28 Batam dan bangun satu SD baru di bilangan Botania Batamcenter, pada 2018 mendatang.
Kepala Disdik Batam, Muslim Bidin merinci pembangunan gedung SMPN 28 Batamkota butuh sekitar Rp 6,2 miliar sementara untuk SD yang kini belum diberikan nama butuh sekitar Rp 5 miliar.
“SD itu hampir sama dengan SMP juga, akan dibangun 3 lantai,” terang pria asal Rempang Cate, Galang ini, Minggu (1/10) pagi.
Ia mengungkapkan, dua sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektar yang dihibahkan oleh salah satu pengembang yang berlokasi tak jauh dari SDN 09 Botania, Batamcenter. Lahan seluas 6000 M2 untuk relokasi SMP N 28 sementara sisanya 4000 M2 untuk dibangun SD baru.
“Lokasinya tak jauhlah dengan gedung SMPN 28 sekarang (yang kerap banjir), lahannya sekitar SDN 09 Botania. SD baru nanti juga untuk backup kelebihan siswa di SDN 09 Botania itu,” papar Muslim.
Wabil khusus opsi relokasi SMPN 28 Batamkota, Muslim mengatakan hal ini cukup hemat dibanding rencana sebelumnya menimbun lantai satu sekolah tersebut. Ia menilai biaya penimbunan yang mencapai Rp 3 miliar (belum penambahan satu lantai pengganti) cukup besar. “Makanya kita relokasi, mumpung ada hibah lahan juga,” katanya.
Ditanya apakah rencana relokasi tersebut sudah dikomunikasikan dengan warga maupun wali murid, ia menyampaikan kini komunikasi dimulai dari camat juga lurah, keduanya menyetujui rencana Disdik tersebut. Lalu bagaimana dengan warga dan RT/RW? Muslim menuturkan pihaknya tengah mengintensifkan komunikasi yang dimaksud.
“Kita sudah hubungi RT/RW, camat dan lurah, kita kasih gambaran bahwa SMP itu tak mungkin pertahankan lagi. Lurah dan camat udah setuju, sedangkan RT RW tahap kita komunikasikan, warga selanjutnya dikomunikasikan RT RW,” jelas Muslim.
Untuk diketahui, rencana relokasi SMPN 28 Batamkota bukan barang baru. Pada tahun 2011 lalu, rencana relokasi ditolak orangtua murid dan juga murid. Beberapa alasan mereka di antaranya, lokasi yang jauh yakni di sekitar SMAN 3 Batam, selanjutnya takut diminta uang pembangunan karena sekolah baru. Opsi numpang sekolah juga ditolak karena dinilai mempengaruhi kegiatan belajar anak.
“Setiap tahun dengan kondisi yang sama (banjir) masa harus bertahan. Dulu rencana relokasi, masuk ke dalam lewati SMA 3 sana, itu jauh, makanya sekarang kita cari tempat yang dekat dari gedung yang sekarang,” tutup Muslim. (cr13)
