batampos.co.id – Tahun ini Pemerintah pusat akan menambah tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nelayan di Natuna. Penambahan SPBU nelayan merupakan program satu harga.
Kepala bagian (Kabag) Migas Faisal Firman mengatakan, penambahan tiga SPBU nelayan di Natuna untuk menyamakan harga bahan bakar minyak untuk nelayan di daerah.
Ada tiga lokasi ditetapkan pemerintah, diantaranya SPBU nelayan di Kecamatan Pulau Laut, Kecamatan Serasan dan Desa Sepempang.
Namun sambung Firman, baru di Desa Sepempang sudah dibangun. Di Serasan dan Pulau Laut belum direalisasi.
“Target pemerintah bulan Oktober diresmikan Ditjen Migas. Tapi sepertinya baru di Sepempang selesai dibangun,” sebut Firman kemarin.
Dikatakan Firman, pembangunan SPBU nelayan ini, Pemerintah kerjasama dengan Pertamina. Dan menunjuk mitra dalam membangun SPBU nelayan tersebut. Jika hingga bulan Oktober ini pembangunan SPBU tidak direaliasi akan dilakukan pemutusan kontrak.
“Sebenarnya tiga SPBU nelayan ini sudah ada mitra yang ditunjuk Pertamina. Tapi sepertinya hanya satu SPBU nelayan direalisasi, yang dua lagi sampai sekarang belum divangun,” kata Faisal.
Disebutkan Firman, saat ini di Natuna baru terdapat satu SPBU nelayan di Sedanau. Dikecamatan lain belum tersedia, sehingga Pemerintah pusat menggandeng Pertamina untuk melakukan seleksi mitra yang kredibel dalam mengelola SPBU nelayan di Desa Sepempang, Serasan dan Pulau Laut.
“Selama ini nelayan bisa dapatkan BBM dari APMS, tetapi setelah SPBU nelayan berfungsi, mereka akan lebih mudah dan harga yang sama,” sebut Firman.(arn)
