batampos.co.id – Polsek Gunung Kijang, mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki Kawasan kolam Eks Galian Pasir di Kampung Masiran, Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang. Ini dikarenakan terhitung dalam sepekan sudah ditemukan dua korban tewas tenggelam di lokasi kolam tersebut.
Diantaranya, Puja Kusuma, 20, warga Ganet, Tanjungpinang, yang ditemukan tenggelam, Minggu (24/9), dan Sarni,54, warga Kelurahan Seilekop, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, yang ditemukan tenggelam, Sabtu (30/9).
“Belum ada sepekan sudah tambah satu lagi korban meninggal dunia di lokasi yang tidak jauh dari penemuan pertama. Untuk itu, kita sudah berikan imbauan berupa larangan, terkhususnya bagi masyarakat sekitar agar bisa memperingatkan siapa pun yang datang supaya dilarang untuk berenang,” jelas Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal, Minggu (1/10).
Menurutnya, kolam tersebut berbahaya dikarenakan memiliki kedalaman yang cukup tinggi, yakni sekitar 10 meter lebih.
“Namanya juga bekas galian pasir, pasti memiliki kedalaman lebih dari 10 meter. Untuk itu, ini sangat berbahaya. Apalagi bagi orang yang belum terlatih untuk berenang,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Polres Bintan, terkait bahaya yang bisa mengancam nyawa siapa pun yang mencoba untuk berenang dilokasi kolam tersebut.
“Kita akan segera koordinasikan ancaman bahaya ini ke pimpinan di Polres Bintan. Mungkin, nantinya bisa disampaikan ke pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat agar menghindari adanya korban selanjutnya. Seperti menawarkan solusi agar bekas galian itu bisa ditimbun, dan lainnya,” terangnya.
Jhon, 35, warga Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, mengaku prihatin dengan adanya korban jiwa yang meninggal dunia dilokasi Kawasan kolam tersebut.
Menurutnya, sudah sepantasnya kolam-kolam yang berada di bekas galian pasir itu harus menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera dibenahi, sehingga kedepannya tidak akan menimbulkan korban jiwa lainnya.
“Maunya kita sih kolam bekas galian pasir ini bisa ditimbun langsung dengan tanah, sehingga dapat mengantisipasi adanya korban susulan,” imbuhnya. (cr20)
