
batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta agar seluruh sekolah, dapat meningkatkan peran dalam mengawasi jajanan yang dikonsumsi oleh siswa-siswi di lingkungan sekolahnya masing-masing. Utamanya bagi siswa-siswi di tingkat Sekolah Dasar.
Hal ini dikarenakan melihat perkembangan terkait maraknya peredaran jajanan yang berbahaya untuk dikonsumsi bagi anak-anak.
“Sampai saat ini memang belum ada laporan terkait jajanan berbahaya bagi siswa-siswi di sekolah. Namun sebagai proteksi dini, saya sarankan agar Kepala Sekolah ikut mengambil peran mengawasi jajanan di sekitar lingkungan sekolahnya masing-masing, utamanya siswa-siswi tingkat sekolah dasar. Termasuk juga mengawasi kebersihan kantin di sekolahnya,” jelas Apri, Minggu (1/10).
Apri juga berpesan agar Guru Garis Depan (GGD) yang bertugas di Kabupaten Bintan, hendaknya dapat mendidik siswa-siswi yang ada di daerah, dengan metode-metode pembelajaran yang baik, agar apa yang disampaikan kepada para siswa-siswi dapat diterima dan dimengerti dengan lebih mudah.
“Cara penyampaian pembelajaran di kawasan Perkotaan itu berbeda dengan di kawasan Pesisir. Untuk itu, kita harapkan guru garis depan ini bisa secepatnya beradaptasi,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, mengaku telah menganjurkan agar setiap sekolah hendaknya melarang siswa-siswinya untuk membeli jajanan diluar perkarangan sekolah. Ini dilakukan karena apabila anak tersebut membeli jajanan dari luar pekarangan sekolah, maka jajanan yang disajikan dikhawatirkan tidak higienis. Apalagi tidak adanya pengawasan dari BPOM.
Sementara itu, terkait Guru Garis Depan (GGD) Tamsir menyebutkan tahun ini Kabupaten Bintan, mendapat bantuan sebanyak 17 orang, dengan rincian guru SD 12 orang, dan guru SLTP 5 orang.
“Penyebaran Guru Garis Depan untuk di Kecamatan Tambelan ada 2 orang, Kecamatan Bintan Pesisir ada 4 orang, Kecamatan Mantang ada 11 orang dan Kecamatan Teluk Bintan ada 1 orang,” terangnya.
Diketahui berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan bahwa masih terdapat kekurangan tenaga guru PNS SD dan SMP. Bahkan diperkirakan kekurangan tenaga pengajar tersebut berkisar sekitar 1.100 guru SD dan SMP.
Saat ini kekurangan 1.100 tenaga guru tersebut, ditutupi sekitar 900 orang tenaga guru insentif daerah dan sekitar 200 orang guru komite sekolah.
Diketahui juga, sejak Tahun 2012 hingga saat ini Pemerintah Pusat belum ada pengangkatan guru PNS, sehingga jumlah guru PNS setiap tahun berkurang sekitar 20 sampai 30 orang yang diakibatkan telah memasuki usia pensiun, dan dengan adanya Guru Garis Depan (GGD) pada Tahun ini, tentunya sangat membantu kekurangan guru di Kabupaten Bintan. (cr20)
