Rabu, 15 April 2026

Warga Minta Jalan Tengku Sulung Diperlebar

Berita Terkait

batampos.co.id – Derasnya arus pengembangan perumahan di kawasan Botania dan sekitarnya, berdampak pada macetnya arus lalu lintas di Jalan Tengku Sulung.

Setiap pagi, siang atau sore, jalan tersebut dipadati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Volume kendaraan tinggi, tak ditunjang dengan jalan yang lebar. Untuk kendaraan roda dua masih bisa selip-selipan. Tapi untuk kendaraan roda empat, terpaksa berjalan seperti siput. Kondisi ini diperparah apabila ada angkot yang berhenti di badan jalan atau ada kendaraan yang rusak.

“Dulu mas, di sini masih sepi. Jadi satu ruas jalan seperti ini tak masalah. Tapi sekarang sudah banyak perumahan dekat sini. Dan saya kira jalan ini sudah, tak relevan lagi dengan kondisi saat ini,” kata Asmoro warga perumahan Barcelona, Taman Raya Tahap II, Senin (2/10).

Ia mengatakan pembangunan dua lajur jalan, menjadi opsi agar mengurangi kemacetan yang dialami warga sekitar Botania, Tamanraya dan derah sekitarnya. “Kalau jam-jam sibuk seperti pagi orang berangkat kerja, atau siang saat anak-anak sekolah pulang atau sore, itu selalu padat. Itu kadang kesel sendiri mas,” ujarnya.

Asmoro menuturkan dari KFC Botania hingga Tamanraya bila tidak macet, berkendara hanya sekitar 5 menit saja. Tapi saat jam-jam sibuk, bisa sampai 20 menit. “Kalau antar anak pergi sekolah, atau ke pasar yang di Botania. Saya lebih suka dengan sepeda motor dibandingkan mobil,” ucapnya.

Hal yang senada diungkapkan oleh Neng, warga Perumahan Nadim Raya, Botania. Perempuan 43 tahun, yang sehari bekerja di daerah Tamanraya itu mengamini apa yang disampaikan oleh Asmoro. “Macettt, pusing kepala kalau kalau berangkat pagi itu,” tuturnya.

Karena begitu padatnya arus volume kendaraan, Neng menuturukan sering harus melewati jalan lain. “Saya putar arah ke bandara, lalu baru masuk ke Tamanraya. Kalau pagi itu, sudahlah ribet sekali kalau lewat Botania,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera membuat jalan itu menjadi dua lajur. Atau setidaknya melebarkan jalan. Sehingga dapat mengurangi kemacetan di daerah tersebut.

“Pemerintah harusnya sudah perkirakan dan lihat, kawasan Botania ini sudah dibangun ribuan perumahan. Dan semuanya melewati jalan itu (Jalan Tengku Sulung,red). Kalau tak juga dilebarkan atau dibangun dua lajur, mungkin makin susah lalui jalan itu,” ungkapnya.

Sementara itu Lurah Belian Kamarul menuturkan sudah menyampaikan keluhan warga dalam musrembang soal sempitnya Jalan Tengku Sulung. “Sudah disampaikan, jalan dari Cikitsu hingga SMA 3 itu kan,” ujarnya.

Ia mengatakan Tengku Sulung, bukan Jalan Pemko Batam, tapi jalan Provinsi Kepri. Dari informasi yang didengarnya, awalnya akan ada pelebaran awal 2018. Tapi karena tak ada anggaran di awal tahun depan, pembangunan tersebut harus tertunda lagi.

“Katanya, 2019 baru akan dibangun,” tuturnya. (ska)

Update