batampos.co.id – Pemko Batam terus gencar melakukan pelebaran jalan. Usai Nagoya Batamkota, pelebaran jalan akan difokuskan di Bengkong, mulai dari Jalan Simpang Kuda, sampai Bengkong Seken. Pelebaran jalan ini nantinya selain untuk mempercantik kota juga sekaligus mengantisipasi kemacetan di daerah tersebut.
Bangunan ruko, kios yang berdiri dibahu jalan bisa dipastikan akan digusur. Camat Bengkong, Yudi Admaji mengatakan, saat ini ada ratusan bangunan ruko dan kios yang berdiri di row jalan.
“Dari data kami ada 315 ruko dan kios,” ujarnya.
Pelebaran jalan di Bengkong sendiri akan dimulai 2018 nanti. Itu artinya penataan, pelebaran jalan dan sekaligus penggusuran akan dimulai awal tahun depan. Bagi kios dan ruko yang berada di bahu jalan, tidak ada biaya ganti rugi, karena legalistas formal serta titik row jalan tersebut merupakan hak negara.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pelebaran jalan yang dilakukan pemko merupakan upaya untuk mengangkat kembali ekonomi Batam. Perlu perbaikan infrastruktur, sehingga ekonomi bisa kembali baik. Pemko sendiri, katanya, konsen perbaikan infrasturktur jalan, guna mendorong pariwisata di kota Batam.
“Kita optimis dengan pariwisata ekonomo Batam bisa membaik,” katanya.
Apalagi saat ini jumlah wisatawan yang sudah masuk mencapai 1 juta lebih. Bisa bayangkan setiap satu orang wisatawan bisa berbelanja di Batam minimal Rp 8 juta, tentu perputaran uang di Batam sangat besar.
“Makanya kami berharap pembongkaran sendiri. Pelebaran jalan ini juga untuk kita bersama,” tuturnya. (rng)
