batampos.co.id – Mulai tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun akan merancang pelabuhan yang menjadi milik Pemkab untuk diubah secara bertahap menjadi pelabuhan beton. Sehingga lebih memberikan kemudahan bagi masyarakat pulau yang biasa menggunakan pelabuhan.
“Saat ini, pelabuhan milik Pemkab Karimun itu jumlahnya lebih dari 100 titik. Sebagian besar pelabuhan rakyat yang menjadi tanggung jawab kami itu jenisnya terbuat dari kayu. Sehingga pada saat air surut kapal penumpang yang datang atau berangkat, penumpang harus turun atau naik tangga. Tapi, posisi naik tangga itu bukan posisi miring, melainkan lurus ke atas. Tentu saja menyulitkan,” ujar Kepala Dishub Kabupate Karimun, Fajar Horison, Senin (9/10).
Untuk itu, katanya, mulai saat ini Dishub sudah melakukan inventarisasi pelabuhan kayu mana saja yang ada di pulau-pulau yang menjadi prioritas untuk dijadikan pelabuhan beton. Meski demikian, pihaknya tetap perlu mendesain bentuk pelabuhan beton. Sehingga meski penumpang tetap akan naik tangga, namun saat digunakan posisinya tidak memanjat agar tidak membahayakan.
“Hanya saja, ada usulan permintaan yang kita terima agar pelabuhan kayu yang ada di pulau-pulau diganti dengan bentuk ponton terapung. Kalau seperti itu, kita khawatir biaya perawatannya akan lebih besar lagi setiap tahun. Kalau ponton bocor, pelabuhan tidak bisa digunakan karena harus diperbaiki dulu. Kalau pelabuhan beton perawatannya lebih minim biaya,” ungkapnya.
Menyinggung biaya perawatan ratusan pelabuhan rakyat milik pemerintah daerah, Fajar menyebutkan, setiap tahun dari APBD dianggarkan biaya perawatan sekitar Rp 200 juta. “Biaya perawatan memang harus dianggarkan. Karena, setiap tahun ada pelabuhan yang ada di pulau-pulau itu yang rusak, karena terbuat dari kayu dan ada juga sebagian sudah semi permanen tiangnya ada yang patah,” jelasnya. (san)
