
batamops.co.id – Polda Kepri, dan BNNP Kepri sudah beberapa kali menggerebek Ruli Dam Muka Kuning. Tak hanya menangkap dan mengamankan orang-orang yang positiv narkoba atau membawa narkotika. Tapi juga sering melakukan sosialisasi, tentang bahaya narkotika.
Tapi hal ini tak membuat oknum-oknum pengguna narkotika di daerah itu jera. Tetap saja Ruli Dam Muka Kuning, selalu dimasuki barang haram itu. Terbukti, Senin (9/10) BNNP Kepri bersama dengan TNI dan Polisi kembali mengamankan sebanyak 57 orang pecandu narkoba.
“Ini dalam rangka operasi bersinar,” kata Kepala BNN Kota Batam AKBP Darsono, Senin (9/10).
57 orang itu, kata Darsono terdiri dari 50 laki-laki dan 7 perempuan. Semuanya diangkut oleh tim gabungan ke kantor BNNP Kepri untuk menjalani assement. Semuanya meringkuk ketakutan saat dikumpulkan di lobi BNNP Kepri. “Positiv ada zat narkotika, tapi tak ada barang bukti yang kami temukan,” ucapnya.
Puluhan orang yang diamankan itu, masih dalam usia produktiv. Darsono menuturkan mereka nantinya akan dikelompok dalam berbagai kategori, ringan, sedang atau berat. Bila berat, maka akan menajalani rehabilitasi rawat inap di Loka Nongsa.
“Kalau sedang atau ringan, rawat jalan saja,” tuturnya.
Kronologis kejadian ini dituturkan oleh Darsono. Saat itu tim gabungan beranggotakan 70 orang, menyatroni Ruli Dam Muka Kuning. Begitu di depan gerbang ruli, yang lebih terkenal dengan nama Kampung Aceh itu. Para petugas dibagi dalam tiga kelompok. “Ada bagian di pintu masuk, bagian di belakang ruko, tim terakhir di dalam rusun,” ucapnya.
Walau waktu sudah menunjukan pukul 10.00. Kebanyakan penghuni ruli itu masih terlelap di rumahnya masing-masing.
“Mereka tak bisa apa-apa begitu petugas datang. Ada yang kami amankan saat sedang duduk-duduk,” ungkap Darsono.
Operasi yang hanya berlangsung dua jam ini, ternyata sangat efektiv. “Mereka kebanyakan mengkonsumsi narkoba jenis sabu dan ekstasi,” ucapnya.
Pengawasan di Dam Muka Kuning ini, kata Darsono akan dilakukan secara berkelanjutan. Agar tak ada lagi peredaran narkoba di kawasan itu.
Dari pantauan Batam Pos di BNNP Kepri, 57 orang ini hanya bisa tertunduk saat dicoba ditanya-tanya oleh wartawan. Tak ada satu jawabanpun keluar dari mulut para laki-laki yang berada di sayap kanan lobi BNNP Kepri. Hal yang sama juga terjadi, saat wartawan menanyakan perihal penangkapan ini dengan bagian kelompok perempuan. Tujuh orang perempuan ini memilih untuk menunduk, dan diam seribu bahasa. (ska)

