batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan untuk mengoptimalkan peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), baik itu di Batam maupun Bintan. Kedua daerah tersebut harus terintegrasi lewat Jembatan Batam-Bintan (Babin). Jembatan Babin adalah target besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2016-2021.

“Perlahan tapi pasti, Galang Batang, Bintan sudah ditetapkan sebagai KEK. Tinggal Rempang Galang, Batam yang terus diupayakan untuk mendapatkan predikat KEK,” ujar Gubernur Kepri, akhir pekan lalu di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Berangkat dari hal itu, kehadiran Jembatan Babin sangat diharapkan untuk mendukung pelaksanaan KEK di sejumlah daerah di Kepri. Meskipun membutuhkan invetasi yang besar untuk membangun Jembatan Babin, Gubernur punya keyakinan tetap bisa dilakukan.

“Makanya Jembatan Babin target RPJMD Kepri 2016-2021. Meskipun butuh waktu, kita tetap akan terus menjual nilai strategisnya pembangunan infrastruktur tersebut,” papar Gubernur Nurdin.

Menurut Gubernur, pihaknya sudah menyiapkan Tanjungsauh sebagai insentif bagi investor yang akan membangunan Jembatan Babin. Disebutkannya, terkait keinginan ini juga sudah diutarakan dihadapan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen Pupera) belum lama.

“Kita tentu sangat membutuhkan dukungan pusat, karena pergerakan pembangunan ekonomi Kepri harus merata, tidak lagi bergantung pada Batam,” paparnya lagi.

Mantan Bupati Karimun dua priode tersebut juga mengatakan, sejauh ini memang ada beberapa pihak swasta yang menyatakan berminat. Meskipun demikian, belum ada kepastian untuk melakukan investasi besar tersebut.

Dijabarkannya, lewat APBN Tahun Anggaran (TA) 2017 ini, negara sudah melakukan investasi sekitar Rp 138 triliun yang digunakan untuk pembangunan 10 ribu kilo meter jembatan di wilayah Barat. Berkaca dari itu, tentu pemerintah pusat juga bisa membantu. Karena jarak Batam-Bintan adalah sekitar 7 Km.

“Jika memang tidak ada kepastian investor, demi ekonomi Kepri lebih baik daerah harus siap berkorban. Karena bisa saja pembangunan tersebut dilakukan secara keroyokan,” tegas Gubernur.

Konsekuensinya adalah pembangunan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Selain dukungan negara, sudah pasti ada Pemprov Kepri, Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Tanjungpinang. Ia yakin, meskipun menelan anggaran yang besar, tetapi pergerakan pembangunan daerah akan cepat terlaksana.

“Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, tentu harus dilakukan dengan pengorbanan yang besar pula. Hasilnya, bukan hari ini, tetapi adalah untuk masa yang akan datang,” tutup Gubernur Nurdin.(jpg)