Selasa, 21 April 2026

Resmi Tutup, Kawasan Galangan Kapal PT Technip Akan Dibongkar

Berita Terkait

Galangan kapal PT Technip yang berada di jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji ini tutup total tinggal pemindahan peralatan saja, Rabu (18/10). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Perusahaan galangan kapal dan offshore PT Technip di jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang sudah tutup sejak akhir Maret lalu. Kawasan perusahaan itu tak lagi ada aktifitas produksi apapun. Pihak manajemen berencana akan membongkar seluruh gedung yang ada di dalam kawasan tersebut sebab tak ada peminat yang membeli atau menyewa kawasan perusahaan tersebut.

Informasi yang diterima di lapangan, seluruh peralatan produksi di perusahaan itu sudah dipindahkan ke Singapura sejak awal April lalu. Yang tersisa di lokasi perusahaan hanyalah gedung-gedung perusahaan baik itu kantoran ataupun gedung workshop.

Menurut keterangan dari petugas keamanan perusahaan, saat ini memang masih ada beberapa pekerja yang bekerja di perusahaan itu, namun demikian bukan untuk aktifitas produksi tapi membongkar gedung-gedung yang ada di dalam kawasan perusahaan itu.

“Gedungnya juga mau dibongkar semua, karena tak ada yang mau beli atau sewa. Kalau peralatan sudah tak ada lagi di dalam. Sisa cuman gedung-gedung itu saja,” ujar Boy Permana, petugas keamanan di perusahaan tersebut, Rabu (18/10).

Belum diketahui secara pasti kapan proses pembongkaran itu selesai, namun demikian kata Boy, jika proses pembongkaran tersebut selesai, mereka yang masih bekerja dipastikan akan kehilangan pekerjaan juga.

“Untuk sementara masih kerja kami, tapi kalau sudah selesai semua ya mau gimana lagi,” ujar Boy.

Pihak manajemen sendiri belum bisa memberikan keterangan pasti terkait persoalan itu. Saat dicoba konfirmasi petugas keamanan di lokasi perusahaan mengaku sudah tak ada lagi manajemen yang ada di sana. “Sudah tak disini lagi, kami hanya disuruh jaga saja disini,” kata Boy.

Informasi penutupan PT Techip tersebut sudah bergaung sejak awal tahun lalu. Perusahaan galangan kapal dan offshore itu dikabarkan akan berpindah ke Malasya. Imbas dari penutupan perusahaan itu sekitar 500 karyawan yang dulu bekerja di sana kehilangan lapangan pekerjaan. Penghentian karyawan dilakukan secara bertahap dan saat ini sudah tak ada pekerja produksi lagi. (eja)

Update