Selasa, 14 April 2026

Tak Ada Alasan, 16 Kegiatan Serapan Rendah Harus Dikebut

Berita Terkait

batampos.co.id– Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam, Zainal Abidin mengakui jika masih ada belasan kegiatan di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) masih rendah serapan anggarannya.

“Saat rapat evaluasi beberapa waktu lalu kita ketahui, beberapa kegiatan yang masih diangka 50 persen. Kami juga sudah mewanti-wanti agar kegiatan ini segera dikebut,” kata Zainal, Rabu (18/10).

Rendahnya penyerapan anggaran ini tentu akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Batam. Disamping itu, masyarakat yang sejatinya mendapatkan manfaatkan juga tidak menerima dengan tepat.

“DPRD akan terus kontrol. Karena masih ada beberpa bulan lagi, target serapan anggaran ini harus tercapai. Karena kalau tidak, nantinya akan berpengaruh pada pembahasan APBD murni 2018,” terangnya.

Uba Ingan Sigalingging, anggota Komisi II DPRD Batam sependapat dengan ketua banggar. Menurut dia, jika serapan anggaran terkait ptrogram yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sudah terealisasi di atas 50 persen. Bahkan harusnya sudah 70 persen. Apalagi sekarang sudah masuk semester II tahun 2017.

“Kita belum tahu kegiatan apa saja. Jangan sampai ada yang berhubungan dengan masyarakat,” tegasnya.

Disisi lain ia melihat, di tengah kondisi defisit anggaran saat ini tak seharusnya ada kegiatan yang masih belum terealisasikan. Bila Hal ini terjadi tentu saja menjadi kontradiktif bagi Pemko Batam.

ilustrasi

“Anggaran defisit tapi masih ada belum direaliasikan. Alasan apapun perlu menjadi catatan pemko. Karena nilai total anggaran Rp 35 miliar yang belum terserap itu cukup besar,” terang Uba.

Uba mengaku khawatir, apakah anggaran yang tak terserap itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK). Jika DAK tentu bakal dikembalikan ke pusat, karena sudah melebihi batas waktu yang diberikan pusat.

“Mudah-mudahan dari APBD. Karena masih ada waktu 2 bulan lagi untuk menyelesaikannya. Tapi kalau itu DAK kita anggap ini kegagalan pemerintah daerah. Karena tak mampu merealisasikan,” tegasnya. (rng)

Update