batampos.co.id – Jabatan Direktur Utama Badan Usaha Kepelabuhanan (Dirut BUP) ternyata tidak diminati masyarakat. Selama 10 hari lowongan dibuka oleh Pemkab Karimun, hanya satu orang saja yang memasukkan lamaran.

“Kami melihat berkas yang masuk ke panitia seleksi (Pansel) sampai dengan hari terakhir hari ini (kemarin, red), hanya ada satu orang pelamar. Pelamar yang memasukkan berkas lamaran dari Tanjungbalai Karimun,” ujar Kepala Bagian Ekonomi Kantor Bupati Karimun, Dedi Sahori kepada Batam Pos, Jumat (20/10).

Padahal lowongan yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Karimun ini terbuka untuk siapa saja, tidak hanya masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Karimun. Melainkan, dari luar kabupaten juga bisa untuk melamar dan mengirimkan berkas. Dengan catatan, berkas lamaran yang dikirim sesuai dengan syarat-syarat yang diumumkan. Karena jika tidak cukup syarat, Pansel akan langsung menggugurkan.

“Dengan hanya satu orang pelamar, maka proses seleksi tidak bisa dilanjutkan. Seleksi baru bisa dilakukan minimal bila ada dua orang peserta. Kondisi ini akan dilaporkan ke Bupati Karimun,” kata Dedi

Selanjutnya Pansel akan menunggu arahan Bupati Karimun, apa tindakan yang akan diambil. “Apakah, akan melakukan pembukaan ulang terkait hal ini pada tahun ini juga atau ada kebijakan lain. Tergantung arahannya seperti apa dari Pak Bupati nanti,” jelas Dedi.

Menyinggung tentang penyebab sepinya lowongan Dirut BUP, Dedi menyebutkan, kemungkinan karena syarat minimal berpengalaman lima tahun di bidang perusahaan kepelabuhanan. “Ini baru kemungkinan saja. Tetapi ketentuan syarat pelamar memiliki pengalaman lima tahun di bidang ini sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang BUP,” paparnya.

Sepinya pelamar posisi Dirut BUP juga pernah terjadi beberapa tahun lalu. Pada pengumuman periode pertama, tidak ada satu pun pelamar yang mendaftar. Saat ini hal tersebut terjadi lagi. Tidak menutup kemungkinan pemerintah akan mengumumkan lagi pembukaan pendaftaran calon Dirut BUP. (san)