
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam telah mendapat lahan baru untuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Lahan seluas 5 hektar itu berada di Tanjung Gundap kawasan Kampung Tua Galang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Rudy Sakyakirti mengatakan lahan baru tersebut sudah disurvei oleh tim dari Ketenagakerjaan. Tim survei Kementrian sempat meminta lahan lain, namun Pemko mengaku tak memiliki lahan.
“Mereka sudah lihat langsung dan sempat minta lahan di wilayah lain. Kami bilang tak ada dan mereka pun mau disana (Tanjung Gundap),” kata Rudy ditemui di Kantor Walikota Batam, Sabtu (21/10) pagi.
Ia menilai lahan tersebut sangat cocok dengan konsep BLK di Batam yakni kemaritiman dan aviasi. Apalagi lahan itu tak jauh berada dari laut.
“Sangat dekat dengan laut, karena itu mereka mau. Apalagi tak ada lahan lain. RT/RW sempat juga telah setuju, hal itu kami konfirmasi melalui Camat,” terang Rudi.
Dikatakan Rudi, proses pematangan lahan juga telah dilakukan. Kini, pihaknya tengah menunggu kepastian kepastian pembangunan BLK. Kementrian Ketenagakerjaan pun telah melakukan proses lelang untuk pembangunan BLK.
“Lahan ada 5 hektar, pematangan lahan sudah 2 hektar. Jadi kami tinggal menunggu informasi lebih lanjut kapan BLK itu dibangun,” jelas Rudi.
Menurut dia, proses pembangunan BLK diperkirakaan menghabiskan anggaran hingga Rp 300 miliar. Namun untuk tahap awal, Kementrian Ketenagakerjaan menganggarkan Rp 30 sampai 40 miliar.
“Pembangunan bertahap, tahap awal hanya sekitar Rp30-40 miliar. Namun totalnya mungkin sampai Rp 300 miliar,” pungkas Rudy.
Sebelumnya, Kementrian Ketenagakerjaan sempat menolak lahan yang telah disiapkan Pemko di kawasan Kampung Tua, Nongsa. Lahan itu dinilai tak sesuai dengan konsep BLK yakni kemaritiman. (she)
