Kamis, 16 April 2026

Museum SSBA Tanjungpinang Kembali Dibuka

Berita Terkait

 

Kondisi terkini Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Tanjungpinang setelah pemugaran. Rencananya museum ini kembali dibuka awal 2018. F. Faradilla/Batam Pos.

batampos.co.idTiga tahun sudah, Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah (SSBA) terpaksa ditutup. Badai yang bertiup di akhir 2013 lalu, membuat atap museum ini ambruk.

Bangunan putih dengan arsitektur bergaya Eropa berada persis di simpang empat Jalan Ketapang, seakan baru bangkit dari tidur lamanya. Bangunan yang dulunya merupakan sebuah sekolah telah lama dialihfungsikan menjadi museum ini, mengalami kerusakan parah. Karena minim renovasi, ditambah kondisi cuaca. Membuat kondisi atap menjadi bagian paling rusak dari seluruh bagian bangunan lainnya.

Khawatir membahayakan koleksi museum, juga keselamatan pengunjung, museum lantas ditutup pada 2014 lalu.

Bangunan dengan kondisi rusak ini lantas menjelma gedung yang tak lagi difungsikan. Tak ada aktivitas yang kerap berlangsung di area museum. Seluruh akses masuk ke dalam bangunan tertutup rapat. Aura gedung bahkan bertambah suram, karena balutan cat dinding bangunan berwarna putih, namun tak lagi cerah. Warnanya mulai kusam, bahkan beberapa bagian dinding bercat putih telah mengelupas.

Namun memasuki akhir 2017, Gedung Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah telah melewati tahap renovasi. “Pokoknya 2018, Tanjungpinang sudah harus punya museum lagi,” tutur Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Tanjungpinang, Reni Yusneli saat dijumpai di museum kemarin.

Menurutnya, bangunan penuh sejarah yang juga menjadi pusat informasi sejarah dan budaya ini, telah selesai direnovasi. Namun renovasi interior masih dalam proses pengadaan dan pengerjaan. Baru-baru ini, proses lelang display baru saja dimenangkan. Sehingga ia merasa tak muluk-muluk, jika 2018 Museum besar satu-satunya di Kepri ini, sudah dapat diramaikan para peminatnya.

Mengingat berbagai koleksi museum berhubungan dengan budaya, sejarah dan dokumentasi, tentulah museum ini akan menjadi magnet informasi bagi masyarakat yang merindukan kehadiran museum di Kota Gurindam. Dan juga menambah titik kunjungan wajib bagi para pelancong yang mampir ke Tanjungpinang.

Reni pun beromitmen agar museum yang akan dibuka pada tahun mendatang ini, dapat terus ramai dan memberikan manfaat lebih.

“Panggung yang berada di tengah bangunan ini, nantinya dirancang agar terus aktif. Dengan berbagai aktivitas ataupun penampilan,” ucapnya.

Kadisbudpar ini menuturkan, adanya giliran penampilan ataupun aktivitas yang berhubungan lainnya, bakal mampu membuat pengunjung untuk terus mengunjungi museum. “Jadi tak hanya cuma sekali datang aja seumur hidup,” sambungnya.

Kendati demikian, Reni mengaku konsep penataan dan penyediaan informasi di museum ini masih dalam proses rancangan. Dikarenakan museum yang mewakili sejarah Kepri ini, diharapkan lebih informatif dan dikemas lebih menarik dibandingkan pembukaan museum pada tahun-tahun terdahulu.

“Seperti apa pastinya, kita lihat saja di 2018 nanti. Saya juga lebih betah di sini daripada di kantor. Moga-moga betahnya ini juga menular ke masyarakat dan pengunjung nanti,” tutupnya.(aya)

Update