batampos.co.id – Kajari Natuna Juli Isnur didampingi Kacabjari Tarempa Muhammad Bayanullah memantau langsung 14 Proyek strategis di Kabupaten Kepulauan Anambas. Di antaranya Bandara Letung, Puskesmas yang ada di Kecamatan Jemaja Timur, lanjutan pembangunan tahap ketiga pusat perkantoran yang ada di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Masjid Agung dan sejumlah proyek yang ada di luar Kota Tarempa.
Pihak kejaksaan menegaskan tidak ada jaminan 14 paket proyek strategis di Kabupaten Kepulauan Anambas tidak ditindak secara hukum bila ada kesalahan dalam pengerjaanya. Seperti tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan, misalnya. Maka akan tetap diproses secara hukum. Kajari Natuna Juli Isnur, SH.MH. mengatakan pihak kejaksaan sifatnya mendampingi, bukan melindungi. “Apabila dilakukan teguran sebanyak dua kali tidak juga menggubris maka akan di proses secara hukum,” ungkapnya saat meninjau Bandara Letung Selasa (24/10).
Korp Adhiyaksa ungkap Isnur, melakukan pendampingan agar pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah itu progresnya berjalan dengan baik serta hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat. Lebih jauh dia mengaku optimis pengerjaan proyek strategis, khususnya yang berada di Pulau Jemaja, seperti pembangunan Rumah Sakit Jemaja Timur yang dilaksanakan PT Eka Cipta Madani sebesar Rp 7,9 miliar, waduk dan irigasi yang dilaksanakan PT Seberong Fatra Rp 5,5 miliar dan landasan pacu Bandara Letung oleh PT Kolam Intan Prima Rp 5,85 miliar. “Kami lihat masih on-progress dan ini normal. Insya Allah tepat waktu,” tuturnya.
Untuk di Tarempa, dengan berjalan kaki Kajari meninjau proyek pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah yang dilaksanakan PT Pagar Alam Perkasa Rp 4,5 miliar. Lalu pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM yang dilaksanakan Cv Bina Insan senilai Rp 2,64 miliar. Kemudian Pembangunan jalan Tanjung Angkak-Pasir Peti Rp 22,439 miliar yang dilaksanakan PT Pasifik Jaya Makmur. Serta terakhir pembangunan tahap tiga Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Rp 21,35 miliar yang dilaksanakan PT Delbiper Cahaya Cemerlang.
Di lokasi Isnur berinteraksi langsung dengan panitia pelaksana tugas teknis kegiatan, konsultan perencanaan dan kontraktor pelaksana. Dia mempertanyakan kendala yang dihadapi. “Dari peninjauan di Kota Tarempa, pembangunan sekitar 70 persen. Masih sesuai dengan yang diharapkan, apalagi masih dalam tahap pengerjaan serta pembangunannya masih belum selesai,” jelas Isnur.
Dari sekian banyak proyek yang sudah dipantau, pihaknya mengaku sedikit khwatir dengan pembangunan IPAL rumah sakit yang muaranya ke laut.
Kajari memastikan akan datang kembali ke Anambas Desember mendatang atau paling lambat Januari 2018 untuk melihat progress proyek yang dikerjakan. (sya)
