Sabtu, 11 April 2026

Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Perdagangan IHSG Tembus Level 6.025

Berita Terkait

batampos.co.id – Untuk pertama kalinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level 6.025. Pencapaian itu menjadi yang tertinggi sepanjang perdagangan di lantai bursa.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com (grup Batam Pos), pada perdagangan preopening IHSG mencatat kenaikan sebesar 0,17 persen atau 9,956 poin ke level 5.962. Pada pembukaan perdagangan Rabu (25/10), IHSG dibuka bertambah 14,063 poin atau naik 0,24 persen ke level 5.966,139.

Kemudian pada penutupan perdagangan sesi pertama siang, IHSG terus menguat. Tercatat terjadi kenaikan sebesar 31,204 poin atau sebesar 0,52 persen ke 5.983.

Perdagangan saham sore ini terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan 350.249 kali transaksi sebanyak 9,2 miliar lembar saham senilai Rp 8,5 triliun.

Ramainya transaksi perdagangan saham membuat IHSG akhirnya menembus level 6.025. IHSG naik sebesar 73,358 poin (1,23 persen) ke 6.025,434.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pergerakan IHSG merupakan cerminan dari fundamental emiten. Perusahaan yang sehat membuat pergerakan saham semakin positif. Dia memperhatikan beberapa perusahaan tahun ini menunjukkan kinerja yang baik.

Selain mencerminkan performa emiten, dia menilai kenaikan IHSG menggambarkan sentimen positif terhadap arah kebijakan pemerintah. Salah satunya kebijakan fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, yang baru saja disahkan. “Kebijakan itu membawa sinyal yang saya harap positif,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10).

Delapan dari sembilan sektor tercatat menguat. Sektor industri dasar dan perdagangan naik paling tajam masing-masing 3,14 persen dan 2,34 persen. Sektor yang melemah hanya infrastruktur, yaitu turun 1,13 persen.

Saham yang ditransaksikan sepanjang hari kemarin sebanyak 9,18 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp 8,65 triliun. Pemodal asing mencatat nilai pembelian bersih (net buy) di semua pasar Rp 130,42 miliar

Lalu, saham-saham apa saja yang dibeli oleh investor asing sehingga mendorong IHSG cetak rekor? Berdasarkan data RTI, investor asing memburu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Aksi beli investor asing di saham PT Bank Mandiri Tbk mencapai Rp 434,21 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk sudah merilis laporan keuangan kuartal III 2017, kemarin. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih tumbuh 25,4 persen menjadi Rp 15,1 triliun hingga kuartal III 2017.

Kemudian investor asing memburu saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan aksi beli Rp 200,52 miliar. Saham UNTR naik 9,05 persen pada Selasa pekan ini.

Selanjutnya investor asing juga beli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan aksi beli Rp 77,4 miliar. Saham BBRI hanya naik tipis 0,81 persen.

Investor asing juga masuk ke saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Total aksi beli investor asing di saham PT Jasa Marga Tbk mencapai Rp 71,32 miliar. Saham JSMR naik 4,96 persen ke posisi Rp 6.350 per saham.

Selain itu, investor asing juga memburu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan aksi beli Rp 45,39 miliar. Saham BBNI naik tipis 0,66 persen ke posisi Rp 7.600 per saham.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menguat 12,63 persen ke posisi Rp 21.850, dan salah satu saham mendorong penguatan IHSG. Investor asing membeli saham INTP mencapai Rp 23,24 miliar.

Investor asing juga masuk ke saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan nilai beli Rp 19,66 miliar. Saham SMGR menguat 1,4 persen ke posisi Rp 10.875. (jpgroup)

Update