
batampos.co.id – Di Kota Tanjungpinang, terdapat fasilitas Hotspot gratis yang disediakan Pemko Tanjungpinang di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH). Namun, saat ini fasilitas tersebut tidak bisa di fungsikan, entah karena rusak atau memang sudah di putus provider penyedia jaringan internet tanpa kabel itu.
Sejumlah RTH seperti taman Tugu Pensil, Panorama dan juga taman Pamedan setiap harinya selalu dipenuhi masyarakat baik itu pelajar, mahasiswa maupun pasangan suami istri yang membawa buah hatinya untuk bersantai di bawah rindangnya pepohonan dan memanfaatkan fasilitas bermain dan fasilitas internet gratis.
Namun, belakangan ini fasilitas internet gratis yang selama ini tersedia. Tak lagi bisa di nikmati seperti biasanya. Sejumlah pelajar dan mahasiswa yang biasanya mengakses internet tanpa media kabel untuk mengerjakan tugas sekolah ataupun kuliah di taman itu pun, sekarang terpaksa beralih ke warung internet (warnet).
“Sudah hampir satu bulan tak bisa akses internet gratis yang ada di taman Tugu pensil ini. Mungkin jaringannya di putus,” ujar salah satu pelajar SMK Negeri 3 Tanjungpinang, Reyhan, 17, saat berbincang dengan Batam Pos, Rabu (25/10) sore.
Dikatakan Reyhan, fasilitas Hotspot gratis di taman tersebut. Sering digunakannya untuk mengerjakan tugas sekolah dan sekedar mengakses jejaring media sosial untuk menyapa teman – teman di dunia maya. “Kan lumayan kalau hotspotnya hidup, tidak perlu ke warnet untuk mengerjakan tugas sekolah. Dari pada ke warnet, sayang uangnya lebih bagus untuk keperluan sekolah,” kata pelajar, yang berasal dari Pulau Abang, Batam.
Reyhan menuturkan, dirinya biasa menggunakan fasilitas internetan gratis di taman itu bersama teman sekolahnya. Namun, hal itu tidak setiap hari dilakukannya. “Tidak setiap hari, karena saya kesini juga di bonceng teman naik motor. Kalau ada tugas sekolah, baru kami kesini (Taman Tugu Pensil),” tutur Reyhan.
Hal senada juga di ucapkan, Siti, 20, Mahasiswi Umrah, yang biasanya memanfaatkan fasilitas Hotspot gratis di taman Pamedan Ahmad Yani. Belakangan ini ia juga tidak bisa menggunakan jaringan internet disana tanpa mengetahui apa penyebabnya. “Tak tau juga kenapa hotspotnya gak aktif. Sudah agak lama juga tak bisa internetan di taman ini,” ujar wanita berjilbab itu, Kamis (26/10) pagi.
Mahasiswi yang berasal dari Tanjung Balai Karimun ini menuturkan, bahwa dirinya sering mengakses internet gratis di taman Pamedan untuk mengerjakan tugas kuliah bersama temannya. “Saya di Tanjungpinang ini ngekos tak jauh dari sini (taman Pamedan). Makanya sering memanfaatkan Hotspot gratis disini sama teman kuliah yang juga tinggal satu kos sama saya,” ucapnya.
Diceritakan Siti, dirinya pun pernah mencoba menghubungi nomor kontak layanan pengaduan yang tertera di kotak fasilitas internet gratis tersebut. Saat dihubungi takdijawab ataupun diangkat. “Pernah kemarin coba telpon ke nomor layanan pengaduanyang ada di kotak itu. Saya nak tanya kenapa internetnya gak aktif. Tapi telpon saya gak dijawab,” ucapnya.
Siti pun berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) agar melakukan perbaikan jika memang ada kerusakan dari fasilitas internet gratis yang bisa di nikmati masyarakat banyak di sejumlah taman yang ada di Kota Tanjungpinang. “Kami yang perantau saja sangat terbantu dengan adanya fasilitas Wifi gratis ini untuk mengerjakan tugas kuliah dan juga browsing internet. Apalagi masyarakat asli sini (Tanjungpinang) pasti sangat senang. Soalnya kalau kami yang anak kos mau mengerjakan tugas harus ke warnet, sayang uangnya. Lebih bagus uangnya digunakan untuk keperluan lain,” pungkas Siti.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Tanjungpinang, Effiyar M Amin, yang dikonfirmasi terkait tidak bisa difungsikannya jaringan Hotspot gratis di sejumlah taman yang ada di Tanjungpinang, tidak bisa dihubungi karena ponselnya sedang dialihkan. Begitu juga pesan singkat yang dilayangkan juga tidak di balas.(ias)
