
batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pendidikan telah menyelenggarakan pawai budaya bersempena perayaan HUT ke-16 Kota Otonom, Kamis (26/10) kemarin. Kemeriahan yang ada tidak tanggung-tanggung. Keterlibatan semua unsur pemerintah dan sekolah-sekolah menjadikan pawai ini sebagai agenda yang ditunggu-tunggu saban tahun.
Sayangnya, kendati berhasil menyedot antusiasme masyarakat, kegiatan ini ternyata tidak masuk dalam kalender pariwisata Tanjungpinang. “Padahal sangat bisa menarik wisatawan buat datang ke Tanjungpinang,” kata pegiat pariwisata, Sapril Sembiring, kemarin.
Tak dipungkiri Sapril, bahwasanya kegiatan semacam pawai budaya ini bisa menarik minat wisatawan. Terlebih jikalau bisa diselenggarakan selama dua hari di akhir pekan. Dengan demikian, juga akan mempermudah kinerja pemerintah daerah dalam menjual daya tarik pariwisata kepada pelancong dalam dan luar negeri.
Akan semakin menarik lagi, sambung Sapril, jikalau turut ditata dengan baik bagi para fotografer maupun narablog yang punya minat khusus terhadap kepariwisataan. “Misalnya, minimal 500 meter sebelum garis finis, ada spot khusus buat mereka. Jadi gambar yang dihasilkan bisa bagus-bagus,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Reni Yusneli membenarkan bahwa pawai budaya tidak tercatat dalam kalender pariwisata. Sebab, memang dilaksanakan instansi lain. Tapi bagi Reni, memang penting untuk memasukkan pawai budaya itu ke kalender pariwisata.
“Itu kan memang gawainya dinas pendidikan. Nanti kami akan berkoordinasi lagi agar pawai budaya juga bisa masuk dalam rangkaian di kalender pariwisata,” ujar Reni. (aya)
